KONSTRUKSI BRANDING DESTINASI PARIWISATA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

  • Rochmatul Uma Khoerun Nisa
  • Gunawan Wiradharma
Keywords: komunikasi pariwisata, Daerah Istimewa Yogyakarta, branding, brand destinasi

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki brand destinasi daerah yang mengalami perubahan dan brand destinasi wilayah yang dijadikan satu menjadi Joglosemar (Jogja—Solo—Semarang) oleh Kementerian Pariwisata RI. Peneliti membahas bagaimana Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta mengonstruksi brand destinasi daerahnya serta strategi komunikasi seperti apa yang digunakan atau dilakukan oleh Dinas Pariwisata DIY terhadap branding distinasi. Hal ini penting untuk diketahui karena adanya dua brand destinasi tersebut dan adanya perubahan pada salah satu brand lokal harus dikomunikasikan dengan baik oleh Dinas Pariwisata DIY agar jumlah wisatawan nusantara (lokal) dan mancanegara terus meningkat. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi menurut Harold D. Lasswell (1960). Menurut paradigma Laswell, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian didapatkan dari tiga sumber, yaitu (1) wawancara mendalam ke Kepala Seksi Analisa Pasar dan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, (2) observasi terhadap media sosial Dinas Pariwisata DIY dan para wisatawan (dalam negeri dan mancanegara), dan (3) studi dokumen. Metode analisis data menggunakan koding yang dikembangkan oleh Strauss dan Corbin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand pariwisata DIY terdiri atas tiga jenis, yaitu brand induk yang merupakan brand Pariwisata Indonesia, (2) sub-brand Joglosemar, dan (3) brand destinasi daerah. Sub-brand atau brand destinasi daerah harus selalu terdapat brand induk. Selain itu, Yogyakarta berbeda dengan destinasi pariwisata di daerah mana pun. Yogyakarta menawarkan aspek budaya dengan value yang berbeda, menawarkan kenyamanan, pengalaman berwisata yang berbeda, menawarkan budaya, kesenian nuansa yang beda, serta kesenangan lain yang berbeda dari destinasi wisata lainnya. Melalui strategi komunikasi yang dilakukan, wisatawan lokal dan mancanegara terus meningkat setiap tahunnya.

Published
2018-11-19