Pancasila sebagai Sistem Filsafat: Analisis Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi
Abstract
Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga dapat dipahami sebagai suatu sistem filsafat yang utuh dan koheren. Sebagai sistem filsafat, Pancasila mengandung dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang saling berkaitan dan membentuk landasan fundamental bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis Pancasila sebagai sistem filsafat melalui pendekatan filsafat sistematis dengan menelaah hakikat realitas (ontologi), sumber dan validitas pengetahuan (epistemologi), serta nilai dan tujuan praksis kehidupan manusia (aksiologi) yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), melalui kajian terhadap karya-karya filsafat Pancasila serta literatur relevan dalam bidang filsafat dan ilmu sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara ontologis Pancasila memandang manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang bersifat monodualistik, secara epistemologis Pancasila menempatkan rasio, pengalaman, wahyu, dan nilai budaya sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi, serta secara aksiologis Pancasila mengarahkan kehidupan individu dan kolektif pada terwujudnya keadilan sosial, kemanusiaan, dan kesejahteraan bersama. Dengan demikian, Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki relevansi yang kuat sebagai paradigma normatif dan reflektif dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.
Kata kunci: Pancasila, sistem filsafat, ontologi, epistemologi, aksiologi