Pengelolaan Konflik Peran Melalui Komunikasi Interpersonal pada Mahasiswa Pekerja
Abstract
Fenomena mahasiswa yang bekerja sambil kuliah semakin meningkat seiring dengan tuntutan ekonomi, kebutuhan pengembangan diri, dan persiapan memasuki dunia kerja. Kondisi tersebut menyebabkan mahasiswa harus menjalankan peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja yang berpotensi menimbulkan konflik peran. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa pekerja mengelola konflik peran melalui komunikasi interpersonal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Informan penelitian terdiri dari tiga mahasiswa yang aktif bekerja sambil kuliah. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman,dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami konflik peran berupa benturan jadwal, keterbatasan waktu, dan tekanan akademik maupun pekerjaan. Komunikasi interpersonal menjadi strategi utama dalam mengelola konflik tersebut melalui negosiasi peran dengan dosen dan atasan, memperoleh dukungan sosial dari keluarga dan teman, serta melakukan klarifikasi untuk mencegah miskomunikasi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa pengalaman menjalani peran ganda berkontribusi terhadap pengembangan kompetensi komunikasi dan kesiapan profesional mahasiswa. Berdasarkan Teori Konflik Peran, komunikasi interpersonal berperan sebagai mekanisme adaptasi yang membantu mahasiswa mempertahankan keseimbangan antara tuntutan akademik dan pekerjaan.
Kata kunci: konflik peran, komunikasi interpersonal, mahasiswa pekerja, peran ganda,dukungan sosial.