Menuju Akselerasi Kemampuan Digital Storytelling bagi Kelompok Informasi Masyarakat Kabupaten Sumedang

  • Eli Jamilah Mihardja Universitas Bakrie
  • Pipit Nurvina Universitas Bakrie, Jakarta
  • Jauhari Manfaat Universitas Bakrie, Jakarta
  • Agatha Tri Priharini Universitas Bakrie, Jakarta
  • Karina Damayanti Universitas Bakrie, Jakarta
  • Fahrureza Fariardhany Universitas Bakrie, Jakarta
  • Kurniati Putri Haeirina Universitas Bakrie, Jakarta
Keywords: digital storytelling, kelompok informasi masyarakat (KIM), komunikasi public, public speaking, transformasi digital daerah

Abstract

Kemampuan digital storytelling merupakan kompetensi kunci dalam penguatan komunikasi publik berbasis komunitas, khususnya bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang berperan sebagai media lokal di tingkat desa dan kecamatan. Di Kabupaten Sumedang, KIM dihadapkan pada tuntutan transformasi digital yang semakin meningkat seiring dengan kebijakan tata kelola digital daerah. Namun demikian, kapasitas KIM dalam memproduksi narasi digital yang informatif, kontekstual, dan menarik masih terbatas. Konten yang dihasilkan cenderung bersifat dokumentatif, minim struktur cerita, dan belum berorientasi pada keterlibatan audiens. Artikel ini bertujuan menyajikan studi pendahuluan sebagai dasar perancangan program pendampingan akselerasi kemampuan digital storytelling bagi KIM di Kabupaten Sumedang. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif eksploratoris dengan desain studi kasus, melalui observasi awal, diskusi kebutuhan (needs assessment), serta pemetaan kapasitas hulu–hilir KIM di berbagai kecamatan. Analisis difokuskan pada praktik produksi konten, pemahaman narasi lokal, pemanfaatan platform digital, serta kesiapan kelembagaan KIM dalam mengelola pesan publik berbasis cerita. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa sebagian besar KIM belum memiliki pemahaman konseptual dan teknis mengenai digital storytelling. Ketiadaan struktur redaksi, kalender konten, dan protokol editorial menyebabkan narasi lokal tidak terbangun secara konsisten dan berdampak pada rendahnya jangkauan serta keterlibatan audiens. Temuan ini menegaskan urgensi pendampingan yang berfokus pada penguatan literasi komunikasi digital, pelatihan produksi konten naratif berbasis konteks lokal, serta integrasi storytelling dengan tata kelola media komunitas. Studi ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi pengembangan model pendampingan digital storytelling KIM dalam mendukung transformasi digital daerah yang inklusif dan berkelanjutan

Published
2025-11-30