Inovasi Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang sebagai Pestisida Alami
Abstract
Peningkatan produksi dan konsumsi bawang putih di Sumatera Selatan menghasilkan limbah kulit bawang yang signifikan, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah kulit bawang putih mengandung senyawa aktif seperti allicin, flavonoid, dan sulfur, yang memiliki potensi sebagai bahan biopestisida ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pengolahan limbah kulit bawang putih melalui fermentasi dengan air leri, gula merah, dan EM4 sebagai starter. Proses pembuatan dilakukan melalui penyaringan dan fermentasi selama tiga hari sebelum diaplikasikan ke tanaman. Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat di Kecamatan Talang Keramat Raya, dimana pelatihan praktik pembuatan biopestisida juga disertakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa biopestisida ini efektif membunuh hama, dengan tingkat mortalitas 100% pada jangkrik dalam waktu 13 menit. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa 100% peserta memahami manfaat limbah kulit bawang dan tertarik untuk menerapkannya di rumah. Biopestisida dari limbah kulit bawang putih ini merupakan alternatif pengendalian hama yang aman dan berkelanjutan, serta mampu menggantikan pestisida kimia. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat limbah kulit bawang dan memberikan solusi praktis untuk mengurangi limbah sekaligus menjaga lingkungan.

