PENGUATAN STRATEGI CITY BRANDING KOTA MALANG PASCA PENETAPAN UNESCO CREATIVE CITY BIDANG MEDIA ARTS
Abstract
Penetapan Kota Malang sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) bidang Media Arts pada tahun 2025 merupakan capaian strategis dalam penguatan identitas kota berbasis kreativitas. Namun demikian, pengakuan internasional tersebut menuntut kesiapan ekosistem lokal agar status UNESCO tidak berhenti sebagai simbol prestise, melainkan menghasilkan dampak sosial, budaya, dan ekonomi yang berkelanjutan. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan dan merefleksikan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang difokuskan pada penguatan kapasitas komunitas kreatif Kota Malang melalui kolaborasi dengan Malang Creative Fusion sebagai mitra utama. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pemangku kepentingan ekosistem kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa komunitas kreatif Kota Malang memiliki fondasi budaya dan sumber daya manusia yang kuat, namun masih menghadapi tantangan dalam literasi media arts, konsistensi narasi city branding, serta pengelolaan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan PkM berkontribusi pada peningkatan pemahaman media arts sebagai identitas kota, penguatan jejaring kolaboratif, dan operasionalisasi kontribusi terhadap SDGs 4, 8, dan 11. Artikel ini menegaskan bahwa penguatan city branding kota kreatif memerlukan pendampingan berbasis komunitas, pendekatan partisipatif, dan keberlanjutan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat.

