Komunikasi Digital sebagai Instrumen Pelestarian Cagar Budaya: Program Pengabdian Masyarakat di Kota Bandung
Abstract
Perkembangan media digital telah mengubah cara masyarakat memahami dan memaknai warisan budaya perkotaan. Di tengah dominasi konten instan dan visual di ruang digital, narasi cagar budaya kerap terpinggirkan dan berisiko direduksi menjadi sekadar objek estetika. Artikel ini membahas kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Bandung Heritage Seminar & Training yang diselenggarakan oleh mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie melalui mata kuliah Komunikasi Digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi komunikasi digital masyarakat dalam mendukung pelestarian dan promosi cagar budaya Kota Bandung. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui seminar, diskusi interaktif, dan pelatihan literasi komunikasi yang dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan pemerintah daerah dan komunitas budaya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai nilai cagar budaya serta kesadaran kritis terhadap peran media digital sebagai instrumen pelestarian non-fisik. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas dalam membangun narasi heritage berbasis komunikasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa komunikasi digital memiliki peran strategis dalam pelestarian cagar budaya apabila digunakan secara kontekstual, reflektif, dan bertanggung jawab, serta dapat menjadi model pengabdian masyarakat berbasis komunikasi di era digital

