UJI KUALITAS DAN UJI ANTIBAKTERI PADA MADU LEBAH HUTAN Apis dorsata (Studi Kasus: Desa Waisika Kabupaten Alor dan Kelurahan Lelogama Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur)
Abstract
Madu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat kesehatan, termasuk sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas madu lebah hutan Apis dorsata dan aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Cutibacterium acnes. Penelitian dilakukan menggunakan dua sampel madu yang berasal dari Desa Waisika Kabupaten Alor dan Kelurahan Lelogama Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pengujian kualitas madu meliputi kadar air dan kadar gula menggunakan metode refraktometri. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran agar. Aktivitas antibakteri diukur berdasarkan diameter zona hambat dan persentase penghambatan terhadap kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air madu Alor sebesar 23,8% dan madu Lelogama sebesar 27,1%,sehingga belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 3545, 2013) karena melebihi batas maksimum 22%. Kadar gula madu Alor sebesar 74,6°Brix dan madu Lelogama sebesar 71,1°Brix telah memenuhi standar mutu madu dengan minimal standar gula menurut SNI 3545, 2013 sebesar 65%. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa kedua madu memiliki aktivitas penghambatan terhadap seluruh bakteri uji pada setiap konsentrasi. Aktivitas antibakteri tertinggi diperoleh pada konsentrasi 100%,dengan persentase penghambatan terhadap bakteri Staphylococcus aureus sebesar 32,44% pada madu Lelogama dan 24,89% pada madu Alor, terhadap Escherichia coli sebesar 22,31% pada madu Lelogama dan 22,67% pada madu Alor, serta terhadap Cutibacterium acnes sebesar 26,67% pada madu Lelogama dan 24,69% pada madu Alor.
Kata kunci : Apis dorsata, Kualitas madu, Antibakteri.

