PENILAIAN KESEHATAN HUTAN DENGAN METODE FOREST HEALTH MONITORING DI KAWASAN HUTAN MANGROVE TANAH MERAH, DESA TANAH MERAH, KABUPATEN KUPANG
Abstract
Kawasan hutan mangrove tanah merah merupakan kawasan konservasi yang menghadapi berbagai bentuk ancaman dan kerusakan berupa kegiatan penebangan pohon, pengambilan kayu bakar, pelepasan ternak liar, serta pembuangan limbah sembarangan yang sangat berbahaya bagi ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesehatan hutan mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Tanah Merah, Desa Tanah Merah, Kabupaten Kupang, dengan menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM). Penilaian
kesehatan hutan dievaluasi secara terperinci melalui empat indikator pengamatan utama, yaitu vitalitas, produktivitas, biodiversitas, dan kualitas tapak. Hasil penelitian pada indikator vitalitas menunjukkan bahwa kondisi hutan masuk dalam
klasifikasi kelas sehat dengan nilai Cluster Plot Level Index (CLI) sebesar 2,25 (CLI < 5) dan rata-rata nilai Visual Crown Ratio (VCR) sebesar 2,37. Pada indikator produktivitas, nilai Luas Bidang Dasar (LBDS) berkisar antara 0,04 m² hingga 0,79 m², sedangkan volume pohon berkisar antara 0,34 m³ hingga 4,51 m³. Untuk indikator biodiversitas, diperoleh indeks kekayaan jenis berada pada kategori kelas rendah (0,40), indeks keanekaragaman jenis berada pada kelas rendah (0,78),namun indeks kemerataan jenis menunjukkan kategori kelas tinggi (0,77).
Sementara itu, indikator kualitas tapak di ketiga zona pengamatan menunjukkan nilai pH tanah berkisar antara 7,66–8,35, salinitas air berkisar antara 2‰–40‰, dan nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) yang berkategori sangat tinggi berkisar antara 40,11 cmol(+)/kg hingga 43,20 cmol(+)/kg.
Kata Kunci : Mangrove Tanah Merah, Forest Health Monitoring, Indikator

