PENGUATAN KINERJA DAN TATA KELOLA USAHA KERIPIK SERMIER DAN KERIPIK TEMPE SAGU MELALUI OPTIMALISASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA

  • Dani irawan Universitas Negeri Malang
  • Primasa Minerva Nagari Universitas Negeri Malang
  • M.Anas Tohir Universitas Negeri Malang
  • Wulan Trisnawaty STKIP PGRI Pacitan
  • Nike Aulia Septianis Universitas Negeri Malang
  • Emillia Sartika Devi Universitas Negeri Malang
  • Bramantia Isya Mahendra Universitas Negeri Malang
  • Nazmi Akbar Universitas Negeri Malang
Keywords: UMKM pangan, teknologi tepat guna, produktivitas, manajemen usaha, pemasaran digital, Kabupaten Kediri

Abstract

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan memiliki peran penting dalam penguatan ekonomi lokal, tetapi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kapasitas produksi, efisiensi proses, konsistensi mutu, pengelolaan keuangan, dan perluasan pasar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan kinerja dua UMKM pangan di Desa Cerme, Kabupaten Kediri, setelah penerapan teknologi tepat guna yang diintegrasikan dengan pelatihan, standard operating procedure (SOP), manajemen usaha, dan pemasaran digital. Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif before-after pada UMKM Keripik Sermier dan UMKM Keripik Tempe Sagu selama periode Mei–Juli 2026. Indikator yang diamati meliputi kapasitas produksi, waktu produksi, produk cacat, penerapan SOP, omzet, laba bersih, kemampuan menghitung harga pokok produksi (HPP), margin dan break-even point (BEP), pencatatan keuangan digital, jangkauan pasar, reseller, serta kanal pemasaran digital. Hasil menunjukkan bahwa kapasitas produksi Sermier meningkat dari 45 menjadi 58 kg/hari (28,9%), sedangkan Tempe Sagu meningkat dari 35 menjadi 48 kg/hari (37,1%). Waktu produksi masing-masing berkurang 19,4% dan 27,1%, sementara tingkat produk cacat turun menjadi 2,8% dan 2,7%. Penerapan SOP mencapai 100% pada kedua mitra. Omzet meningkat masing-masing 21,0% dan 20,0%, sedangkan laba bersih mencapai Rp4.350.000 dan Rp4.200.000 per bulan. Kemampuan menghitung HPP dan margin mencapai 100%, pencatatan keuangan digital mencapai 100%, dan kemampuan menghitung BEP mencapai 90%. Jangkauan pasar meningkat menjadi 65% pada Sermier dan 62% pada Tempe Sagu. Temuan menunjukkan bahwa teknologi memberikan hasil yang lebih kuat ketika disertai peningkatan kemampuan pengelolaan usaha dan akses pasar

Published
2026-07-31
How to Cite
irawan, D., Nagari, P. M., Tohir, M., Trisnawaty, W., Septianis, N. A., Devi, E. S., Mahendra, B. I., & Akbar, N. (2026). PENGUATAN KINERJA DAN TATA KELOLA USAHA KERIPIK SERMIER DAN KERIPIK TEMPE SAGU MELALUI OPTIMALISASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA. IKRA-ITH ABDIMAS, 10(2), 1475-1484. Retrieved from https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/IKRAITH-ABDIMAS/article/view/7500