Asesmen Visual Kondisi Fisik Permukiman dan Identifikasi Kebutuhan Mitigasi Bencana pada Kawasan Hunian Baru Masyarakat Adat Pascakebakaran
Abstract
Pembangunan kembali permukiman pascabencana memerlukan perhatian terhadap kondisi fisik lahan, sistem konstruksi, infrastruktur dasar, dan upaya pengurangan risiko bencana pada kawasan hunian baru. Pada masyarakat adat, kebutuhan tersebut perlu dipertimbangkan bersama keberlanjutan karakter permukiman tradisional. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi kondisi fisik dan kebutuhan mitigasi bencana pada kawasan permukiman baru masyarakat adat Kasepuhan Ciptamulya–Mulyaraksa, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, setelah kebakaran permukiman. Kegiatan dilaksanakan melalui asesmen visual pendahuluan pada Oktober 2026 menggunakan observasi lapangan, dokumentasi kondisi kawasan, serta wawancara dengan pemimpin adat. Aspek yang diamati meliputi penataan lahan, material bangunan yang tampak, infrastruktur dasar, akses kawasan, dan kondisi lingkungan pembangunan. Hasil pengamatan menunjukkan adanya kegiatan pengolahan lahan, penggunaan alat berat, pembangunan dengan kombinasi unsur konstruksi tradisional dan material modern, serta penyediaan sejumlah fasilitas dasar. Keterangan lapangan juga menunjukkan kebutuhan jaringan penyaluran air menuju permukiman baru. Pengamatan terhadap perubahan bentuk lahan mengidentifikasi perlunya perhatian teknis terhadap pengelolaan air permukaan dan stabilitas lereng, tetapi belum memungkinkan penetapan tingkat bahaya longsor. Hasil kegiatan berupa inventarisasi awal kondisi fisik, aspek yang memerlukan pemeriksaan teknis, dan rekomendasi kebutuhan mitigasi untuk mendukung perencanaan permukiman yang lebih aman. Asesmen ini tidak menggantikan penyelidikan tanah, pengujian material, atau pemeriksaan kelaikan struktur bangunan.

