PERSEPSI MASYARAKAT DESA PENYANGGA TERHADAP TERJADINYA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KAWASAN TAMAN NASIONAL KELIMUTU (STUDI KASUS DESA WATURAKA, KECAMATAN KELIMUTU, KABUPATEN ENDE)
Abstract
Kebakaran hutan dan lahan memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem hutan dan makhluk hidup, terutama melalui penurunan tingkat keanekaragaman hayati pada kawasan yang terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Kelimutu serta menganalisis faktor-faktor penyebabnya. Menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis frekuensi dan persentase, sementara data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Waturaka sebagai desa penyangga memiliki persepsi dan tingkat pengetahuan yang tinggi—mencapai 89,04% responden dengan kategori baik—terhadap keberadaan Taman Nasional Kelimutu serta memahami pentingnya pengendalian kebakaran. Meskipun demikian, tingginya ketergantungan masyarakat pada lahan pertanian memicu sebagian warga masih melakukan praktik yang berpotensi memicu kebakaran. Faktor utama penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan di kawasan tersebut adalah aktivitas pembukaan lahan baru dan perburuan liar, yang didorong oleh tingginya intensitas interaksi serta ketergantungan masyarakat desa penyangga terhadap sumber daya hutan sebagai sumber mata pencaharian.
Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Kebakaran Hutan dan Lahan, Taman Nasional Kelimutu, Desa Waturaka

