IKRA-ITH ABDIMAS https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/IKRAITH-ABDIMAS <p>This IKRA-ITH Abdimas scientific journal is a Scientific Community Service Journal published by the Institute of Research and Community Service from YAI Persada Indonesia University. This scientific journal is a means of pouring out the ideas and activities of lecturers working in the field of community service. Hopefully the presence of this scientific journal can help in the development and dissemination of ideas, ideas, and activities and not continue in the field of community service.</p> <p>P-ISSN&nbsp; &nbsp; &nbsp; :&nbsp;<a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1539765533">2654-5721</a></p> <p>E-ISSN&nbsp; &nbsp; &nbsp; :<a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1537268160">&nbsp;2654-7546</a></p> <p>DOI&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: <a href="https://doi.org/10.37817/IKRA-ITHABDIMAS">doi.org/10.37817/IKRA-ITHABDIMAS</a></p> <p><em><strong>Akreditasi Jurnal:</strong></em></p> <p><a title="SINTA 5" href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/5755" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/jafar_octo/Sertifikat_akreditasi_Abdimas_001.png"></a></p> Universitas Persada Indonesia YAI en-US IKRA-ITH ABDIMAS 2654-5721 SOSIALISASI DAUR ULANG SAMPAH DI KELURAHAN WARUNG JAUD, KECAMATAN KASEMEN, KOTA SERANG https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/IKRAITH-ABDIMAS/article/view/7359 <p>Permasalahan sampah masih menjadi isu serius di Indonesia, termasuk di Kota Serang. Meningkatnya jumlah penduduk dan pola konsumsi masyarakat menyebabkan volume sampah terus bertambah, sementara sistem pengelolaan yang ada masih belum optimal. Kondisi ini juga terjadi di Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, di mana sebagian besar sampah rumah tangga, pasar, dan usaha kecil menumpuk tanpa melalui proses pemilahan. Untuk mengatasi hal tersebut, dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi daur ulang sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pemasangan plang edukasi, serta pengangkutan sampah. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik, terciptanya lingkungan yang lebih bersih melalui sistem pengangkutan yang lebih teratur, serta partisipasi aktif warga, khususnya pemuda dan ibu rumah tangga. Pemasangan plang edukasi juga terbukti efektif dalam memberikan informasi visual yang mudah dipahami. Walaupun masih terdapat keterbatasan sarana pengangkutan, kegiatan ini berhasil menumbuhkan budaya baru dalam pengelolaan sampah secara mandiri. Ke depan, keberlanjutan program ini membutuhkan pendampingan berkelanjutan dan dukungan pemerintah daerah, sehingga target Indonesia Bebas Sampah 2025 dapat tercapai.</p> Tauny Akbari Copyright (c) 2026 IKRA-ITH ABDIMAS 2026-09-12 2026-09-12 10 3 1 10 Asesmen Pemetaan Jaringan Distribusi Bantuan dan Kebutuhan Logistik Masyarakat Adat Pascabencana Kebakaran Permukiman di Kasepuhan Ciptamulya, Kabupaten Sukabumi https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/IKRAITH-ABDIMAS/article/view/7631 <p>Pemulihan masyarakat pascabencana memerlukan pengelolaan bantuan dan sumber daya logistik yang melibatkan berbagai aktor, baik pemerintah maupun jaringan sosial masyarakat. Pada komunitas adat, mekanisme distribusi bantuan juga dapat berkaitan dengan kepemimpinan lokal, hubungan kekerabatan, dan praktik gotong royong. Artikel ini bertujuan memetakan jaringan distribusi bantuan serta mengidentifikasi kebutuhan logistik masyarakat adat Kasepuhan Ciptamulya, Kabupaten Sukabumi, setelah kebakaran permukiman. Kegiatan dilaksanakan melalui asesmen lapangan awal pada Oktober 2026 dengan metode observasi, wawancara dengan pemimpin adat, dan dokumentasi kondisi permukiman lama serta pembangunan kawasan baru. Hasil asesmen mengidentifikasi keterlibatan pemerintah, jaringan keluarga besar atau incu putu, pemimpin adat, dan relawan dalam mendukung pemulihan komunitas. Bantuan yang teridentifikasi mencakup makanan, kebutuhan pokok, dukungan tenaga, peralatan, dan material pembangunan. Pemimpin adat memiliki peran dalam penerimaan serta penyaluran sebagian bantuan kepada warga. Pada tahap pembangunan permukiman baru, kebutuhan logistik bergeser menuju penyediaan sarana pendukung hunian dan infrastruktur dasar, termasuk jaringan penyaluran air. Pemetaan menunjukkan pentingnya hubungan antara jaringan bantuan eksternal dan kapasitas pengorganisasian lokal dalam proses pemulihan. Kegiatan ini menghasilkan identifikasi awal aktor, bentuk dukungan, dan kebutuhan logistik yang dapat digunakan sebagai informasi pendahuluan dalam perencanaan pengabdian kepada masyarakat. Hasil asesmen belum mencakup evaluasi efektivitas distribusi maupun pemeriksaan menyeluruh atas volume bantuan.</p> Holila Hatta Ananda Fortunisa Dominica Arni Widyastuti Mohammad Ihsan Kurniati Putri Haerina Copyright (c) 2026-11-01 2026-11-01 10 3 11 21 Asesmen Visual Kondisi Fisik Permukiman dan Identifikasi Kebutuhan Mitigasi Bencana pada Kawasan Hunian Baru Masyarakat Adat Pascakebakaran https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/IKRAITH-ABDIMAS/article/view/7632 <p>Pembangunan kembali permukiman pascabencana memerlukan perhatian terhadap kondisi fisik lahan, sistem konstruksi, infrastruktur dasar, dan upaya pengurangan risiko bencana pada kawasan hunian baru. Pada masyarakat adat, kebutuhan tersebut perlu dipertimbangkan bersama keberlanjutan karakter permukiman tradisional. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi kondisi fisik dan kebutuhan mitigasi bencana pada kawasan permukiman baru masyarakat adat Kasepuhan Ciptamulya–Mulyaraksa, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, setelah kebakaran permukiman. Kegiatan dilaksanakan melalui asesmen visual pendahuluan pada Oktober 2026 menggunakan observasi lapangan, dokumentasi kondisi kawasan, serta wawancara dengan pemimpin adat. Aspek yang diamati meliputi penataan lahan, material bangunan yang tampak, infrastruktur dasar, akses kawasan, dan kondisi lingkungan pembangunan. Hasil pengamatan menunjukkan adanya kegiatan pengolahan lahan, penggunaan alat berat, pembangunan dengan kombinasi unsur konstruksi tradisional dan material modern, serta penyediaan sejumlah fasilitas dasar. Keterangan lapangan juga menunjukkan kebutuhan jaringan penyaluran air menuju permukiman baru. Pengamatan terhadap perubahan bentuk lahan mengidentifikasi perlunya perhatian teknis terhadap pengelolaan air permukaan dan stabilitas lereng, tetapi belum memungkinkan penetapan tingkat bahaya longsor. Hasil kegiatan berupa inventarisasi awal kondisi fisik, aspek yang memerlukan pemeriksaan teknis, dan rekomendasi kebutuhan mitigasi untuk mendukung perencanaan permukiman yang lebih aman. Asesmen ini tidak menggantikan penyelidikan tanah, pengujian material, atau pemeriksaan kelaikan struktur bangunan.</p> Mohammad Ihsan Fatin Adriati Holila Hatta Insan Harapan Harahap Eli Jamilah Mihardja Prima Mulyasari Agustini Hasan Ali Murtadha Copyright (c) 2026-11-01 2026-11-01 10 3 22 33