Evaluasi Kerentanan Seismik Pada Bangunan Sekolah Di Kabupaten Lingga Menggunakan Rapid Visual Screening (RVS)

  • Aldrin Dhio Pratama Universitas Riau, Pekanbaru
  • Reni Suryanita Universitas Riau, Pekanbaru
  • Alex Kurniawandy Universitas Riau, Pekanbaru
Keywords: Rapid Visual Screening, Non-Destructive Test, Inspeksi visual, FEMA 154, Kerentanan

Abstract

Kabupaten Lingga merupakan wilayah kepulauan dengan karakteristik pembangunan di kawasan pesisir
yang dapat menyebabkan kerusakan pada struktur akibat terpapar garam air laut dan juga berada di wilayah
zona gempa tingkat rendah. Meskipun berada di zona gempa tingkat rendah, pelaksanaan dilapangan
cenderung mengabaikan bahaya gempa. Kondisi ini meningkatkan kerentanan bangunan akibat lingkungan
pesisir dan gempa. Oleh karena itu, perlu dilakukan antisipsi dengan menguji struktur bangunan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi kerentanan struktur bangunan menggunakan metode Inspeksi Visual, Rapid
Visual Screening, dan Non-destructive test menggunakan hammer test berdasarkan FEMA 154. Metode ini
dilakukan dengan cara melihat kondisi struktur, bentuk, waktu dibangun, dan menguji kekuatan materialnya.
Objek penelitian terdiri dari tiga tipe bangunan diantaranya rangka beton 2 lantai dengan ketidakberaturan
horizontal (C1-2TBH), rangka semi-permanen 1 lantai dengan ketidakberaturan horizontal (WC1 – 1TBH),
dan rangka beton 3 lantai dengan ketidakberaturan vertikal (C1-3TBV). Hasil evaluasi menunjukkan
bangunan tipe WC1-1TBH tidak memenuhi ketentuan yang disyaratkan didalam FEMA 154 dibandingkan
dua tipe lainnya pada gempa tingkat sedang sehingga bangunan dengan tipe tersebut rentan terhadap gempa.
Selanjutnya hammer test pada elemen sloof tipe bangunan C1-2TBH tidak memenuhi syarat mutu beton
berdasarkan SNI 2847:2019 dan didukung dengan inspeksi visual adanya kerusakan pada balok dan plat
lantai berupa pengelupasan selimut beton yang dapat menyebabkan degradasi akibat garam air laut.
Sementara itu, pada tipe bangunan lainnya tidak menunjukkan kerusakan secara visual dan kondisi
struktur masih tergolong baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan kerentanan bangunan tidak hanya
ditentukan oleh faktor gempa, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas material, kondisi lingkungan
pesisir, serta waktu berdirinya bangunan

Published
2026-06-30
How to Cite
Pratama, A. D., Suryanita, R., & Kurniawandy, A. (2026). Evaluasi Kerentanan Seismik Pada Bangunan Sekolah Di Kabupaten Lingga Menggunakan Rapid Visual Screening (RVS). Menara: Jurnal Arsitektur Dan Teknik Sipil, 13(1), 1-10. https://doi.org/10.37817/jurnalmenara.v13i1.7003