Signifikansi Media Digital Branding dalam Mendukung Destinasi Pariwisata Berkelanjutan: Studi Kasus Maros–Pangkep UNESCO Global Geopark

  • Unirma M. Taufik Universitas Bakrie, Jakarta
  • Eli Jamilah Mihardja Universitas Bakrie, Jakarta
Keywords: media digital branding; pariwisata berkelanjutan; geopark; komunikasi destinasi; studi kasus.

Abstract

Pariwisata berkelanjutan pada kawasan geopark menuntut strategi komunikasi yang tidak hanya berorientasi pada promosi, tetapi juga pada pembentukan nilai, ekspektasi, dan perilaku wisatawan. Media digital branding memiliki peran strategis dalam konteks tersebut, terutama sebagai sarana komunikasi nilai dan pengelolaan citra destinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis signifikansi media digital branding dalam mendukung destinasi pariwisata berkelanjutan di Maros–Pangkep UNESCO Global Geopark, dengan fokus pada Geosite Rammang-Rammang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental berdasarkan perspektif Stake. Data diperoleh melalui observasi lapangan, catatan reflektif, dan analisis dokumentasi digital, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital branding di kawasan Maros–Pangkep telah berkontribusi dalam meningkatkan visibilitas dan legitimasi destinasi, namun masih cenderung berorientasi pada fungsi promosi. Fungsi media digital branding sebagai komunikasi nilai keberlanjutan, edukasi pra-kunjungan, dan mekanisme soft governance belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa media digital branding memiliki potensi untuk mendukung keberlanjutan destinasi melalui pembentukan ekspektasi wisatawan dan seleksi simbolik terhadap tipe pengunjung yang selaras dengan karakter destinasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi media digital branding sebagai strategi komunikasi nilai dapat menjadi elemen penting dalam mendukung pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan, khususnya pada kawasan geopark yang sensitif terhadap tekanan pariwisata massal.

Published
2026-03-01