Autisme dan Stigma pada Media Sosial: Analisis Teks Unggahan di Twitter

  • Nala Edwin Widjaja LSPR Institute of Communication and Business, Jakarta
Keywords: stigma; text analysis; believe in a just word; autisme; social media.

Abstract

Stigmatisasi terhadap penyandang autisme masih rentan terjadi di Indonesia. Kata “autis “kerap
digunakan sebagai bahan ejekan untuk menggambarkan orang lain bodoh, atau bentuk sebagai
bentuk makian dan ejekan. Bentuk ejekan dengan kata “autis” ini tentunya bisa makin meneguhkan
stigma terhadap penyandang autisme. Stigma negatif ini dapat menyebabkan penyandang autisme
kesulitan untuk bisa diterima di masyarakat. Penelitian ini menggunakan unggahan di twitter dengan
kata kunci “autisme” untuk melihat stigmatisasi terhadap penyandang autis di media sosial ini. Hasil
pengumpulan cuitan ini kemudian dianalisis menggunakan text analysis untuk melihat hubungan
antara kata “autisme” dengan kata-kata lain dalam unggahan di twitter dan mencari tema yang
muncul dalam unggahan tersebut. Hasil ini kemudian digunakan untuk melihat tema yang muncul
dalam unggahan di twitter. Dari hasil text analysis terdapat tiga tema yang muncul yaitu (1)
penggunaan kata “autis” sebagai bahan ejekan dan olok-olok untuk orang lain, (2) Cerita para
penyandang autisme mengenai pengalaman yang tidak menyenangkan selama mereka di sekolah,
(3) penyebaran hoax mengenai keterkaitan vaksin TBC dengan autisme. Vaksin TBC ini saat ini
sedang dalam tahap uji coba di Indonesia. Penyebaran hoax mengenai keterkaitan autisme dan
vaksin ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya vaksin MMR juga disebut dapat
menyebabkan autisme.

Published
2025-11-30