ANALISIS KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BHARTES TERHADAP UPACARA ADAT BUDAYA BATAK TOBA: PASAHAT SULANG-SULANG PAHOPPU
Abstract
Upacara adat Pasahat Sulang-sulang Pahoppu merupakan salah satu tradisi penting dalam
masyarakat Batak Toba yang berfungsi sebagai pengukuhan perkawinan adat yang sebelumnya
tertunda. Upacara ini tidak hanya mengandung rangkaian tindakan seremonial, tetapi juga sarat
dengan simbol dan tanda budaya yang merepresentasikan nilai, norma, serta sistem kekerabatan
masyarakat Batak Toba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotatif, makna
konotatif, serta mitos atau ideologi budaya yang terkandung dalam simbol-simbol adat pada
upacara Pasahat Sulang-sulang Pahoppu, serta menjelaskan fungsinya sebagai media pewarisan
nilai budaya dan identitas sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif
dengan kerangka teori semiotika Roland Barthes. Data diperoleh melalui observasi langsung
terhadap pelaksanaan upacara, wawancara dengan tokoh adat dan pihak yang terlibat, serta studi
kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tataran denotatif, simbol-simbol seperti
boras sipir ni tondi, dengke simudur-udur, ulos, sinamot, dan tahapan-tahapan adat memiliki
fungsi literal sebagai unsur pelengkap dan pengikat struktur upacara. Pada tataran konotatif,
simbol-simbol tersebut merepresentasikan nilai kehormatan, tanggung jawab, resiprositas, serta
legitimasi sosial dalam sistem dalihan na tolu. Lebih lanjut, praktik simbolik dalam upacara ini
membangun mitos tentang pentingnya penyempurnaan adat sebagai syarat keseimbangan sosial
dan keberlanjutan keturunan, sekaligus meneguhkan ideologi budaya Batak Toba yang
menempatkan adat sebagai landasan kehidupan. Dengan demikian, upacara Pasahat Sulangsulang
Pahoppu berfungsi sebagai media komunikasi budaya yang efektif dalam
mentransmisikan nilai, identitas, dan sistem kekerabatan Batak Toba secara berkelanjutan di
tengah dinamika perubahan zaman.
Kata kunci: semiotika Roland Barthes, Pasahat Sulang-sulang Pahoppu, simbol adat, budaya Batak Toba, mitos budaya

