Membangun Brand Experience Kampus: Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Politeknik Tempo Dalam Meyentuh Pengalaman Gen Z
Abstract
Persaingan antar institusi pendidikan vokasi memaksa lembaga pendidikan tidak hanya mengandalkan promosi biasa. Lembaga harus menciptakan pengalaman merek yang berarti bagi calon mahasiswa, khususnya Generasi Z. Penelitian ini ingin melihat cara Politeknik Tempo menggunakan strategi komunikasi pemasaran terpadu (IMC). Politeknik Tempo berusaha membangun pengalaman merek yang relevan dan berdampak bagi Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lewat studi kasus eksploratif. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan sumber internal: pimpinan, tim pemasaran, dosen atau ketua program studi. Peneliti juga wawancarai mahasiswa baru Generasi Z sebagai sumber eksternal. Analisis data dilakukan secara tematik, peneliti menghubungkan hasil wawancara dengan kerangka IMC dan konsep pengalaman merek. Penelitian menemukan Politeknik Tempo memakai banyak saluran komunikasi, baik digital maupun langsung, dalam strategi IMC. Namun, integrasi pesan lintas saluran belum konsisten dan masih bersifat taktis. Mahasiswa merasakan pengalaman merek kampus lebih kuat saat berinteraksi langsung, misalnya di acara open house, workshop, atau melalui komunikasi pribadi. Konten digital saja tidak memberikan dampak yang sama. Bagi Generasi Z, keaslian interaksi, hubungan emosional yang dekat, serta bukti konkret pembelajaran berbasis praktik menjadi faktor utama. Faktor‑faktor itu membentuk persepsi dan keputusan mereka dalam memilih kampus. Penulis menegaskan bahwa membangun pengalaman merek di perguruan tinggi vokasi memerlukan pengelolaan IMC. IMC berperan sebagai cara mengatur pengalaman yang terus berlanjut. Bukan sekadar promosi.

