Penyesuaian Pernikahan pada Pasangan Laki-laki Etnis Arab Dengan Perempuan Suku Jawa
Abstract
Salah satu bentuk pernikahan yang terjadi dan terus berkembang di Indonesia adalah pernikahan antar budaya, dimana laki-laki dan perempuan yang berasal dari dua suku ras dan kebudayaan membentuk suatu ikatan komitmen secara institusional. Pernikahan antar budaya dapat berjalan dengan baik sebagai bentuk integrasi dua budaya di mana pasangan berusaha memelihara dan mengembangkan interaksi antara kedua budaya tersebut dengan menghilangkan batas-batas diskriminasi rasial.Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor apa saja yang dapat dilakukan agar penyesuaian pernikahan dapat berjalan langgeng, harmonis, sakinah ma’wadah warrohmah. Penelitian ini mengunakan metode kuntitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, dengan kriteria penelitian adalah pasangan laki-laki etnis Arab dan perempuan suku Jawa, dengan usia pernikahan minimal 5 tahun, bertempat tinggal di pulau Jawa, diperoleh 118 responden atau sejumlah 59 pasangan. Penelitian ini mengunakan analisis uji regresi berganda dengan bantuan SPSS. 26 for windows. Hasil penelitiannya adalah bahwa pengaruh komitmen pernikahan, komunikasi pernikahan, resiliensi pasangan dan religiusitas berpengaruh langsung dan simultan terhadap penyesuaian pernikahan pada laki-laki etnis Arab dan perempuan suku Jawa. Secara parsial dari keempat variabel tersebut pada dua kelompok penelitian, yang memiliki pengaruh signifikan adalah komunikasi pernikahan. Komunikasi terbukti mampu menjadi faktor penting, karena komunikasi yang terbuka, kemampuan menyelesaikan masalah, terhindar dari konflik dapat membantu pasangan dalam membangun, membina dan menjaga hubungan pernikahan. Komitmen pernikahan, resiliensi pasangan dan religiusitas secara bersama-sama dapat membantu membangun dan membina hubungan pernikahan pasangan antar budaya.

