PENERAPAN KOMUNIKASI YANG BAIK DAN BENAR PASCA BENCANA DI TAMAN BACAAN MASYARAKAT DI DESA TELAGA SAID, KEC. SEI LEPAN, KAB. LANGKAT, SUMATERA UTARA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan komunikasi yang baik dan benar pasca bencana di Taman Baca Masyarakat (TBM) Darussalam, Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kondisi pasca bencana seringkali menimbulkan dampak psikologis, sosial, serta gangguan dalam proses komunikasi masyarakat, seperti munculnya miskomunikasi, penyebaran informasi hoaks, dan rendahnya kemampuan komunikasi empatik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan komunikasi persuasif dan terapeutik melalui dialog partisipatif, active listening, serta pemanfaatan media visual edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan komunikasi yang empatik, jelas, dan terarah mampu membantu pemulihan psikososial masyarakat, khususnya anak-anak sebagai kelompok rentan. Selain itu, kegiatan literasi seperti storytelling, membaca bersama, dan aktivitas kreatif terbukti efektif dalam membantu anak mengekspresikan emosi dan mengurangi trauma. Program ini juga meningkatkan pemahaman relawan dan masyarakat mengenai pentingnya komunikasi yang tepat dalam situasi pasca bencana. Dengan demikian, TBM tidak hanya berfungsi sebagai pusat literasi, tetapi juga sebagai ruang pemulihan sosial dan psikologis masyarakat.
Kata KunciĀ : Komunikasi sosial, pasca bencana, komunikasi empatik, trauma healing, literasi masyarakat

