Komunikasi Sosial di Ruang Kelas dan Keberanian Siswa dalam Menyampaikan Pendapat di SMP SWT Utama Medan
Abstract
Komunikasi sosial di ruang kelas memiliki peran yang besar dalam membentuk keberanian
siswa untuk menyampaikan pendapat. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih
banyak siswa yang cenderung pasif selama kegiatan pembelajaran, yang disebabkan oleh
rendahnya kepercayaan diri, rasa takut melakukan kesalahan, serta pola interaksi yang kurang
mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana komunikasi antara guru dan
siswa, interaksi antar siswa, tingkat kepercayaan diri siswa, hambatan dalam berpendapat, serta
dukungan lingkungan belajar memengaruhi keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat.
Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dengan melibatkan 25 siswa kelas VII SMP SWT
Utama Medan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari 25 item
yang dibagi ke dalam lima dimensi. Teknik analisis yang digunakan adalah persentase. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa komunikasi guru dengan siswa tergolong efektif, di mana 96%
siswa menyatakan guru memberi kesempatan berpartisipasi. Interaksi antar siswa berada pada
kategori sedang dengan 76% siswa merasa nyaman berdiskusi. Akan tetapi, hanya 46% siswa
yang merasa percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Hambatan utama yang dialami adalah
rasa takut salah dan rasa malu. Meskipun demikian, sebesar 83,2% siswa merasakan lingkungan
belajar yang cukup mendukung. Temuan ini menunjukkan bahwa iklim komunikasi yang
terbuka berpengaruh pada keberanian siswa dalam berekspresi, sementara kepercayaan diri
individu tetap menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius dari pendidik.
Kata kunci: interaksi teman sebaya; keberanian berpendapat; kepercayaan diri; komunikasi kelas; lingkungan belajar

