ANALISIS PENDAPATAN EKONOMI KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT WOLOMONI TERHADAP IMPLEMENTASI KEMITRAAN KONSERVASI TAMAN NASIONAL KELIMUTU
Abstract
Taman Nasional Kelimutu merupakan kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis tinggi sekaligus menjadi ruang hidup masyarakat di sekitarnya. Penetapan kawasan sebagai taman nasional menimbulkan pembatasan aksesn pemanfaatan lahan yang berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya petani kopi di Desa Niowula. Untuk mengatasi konflik tenurial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, diterapkan program kemitraan konservasi melalui skema perhutanan sosial. Salah satu bentuk implementasinya adalah Kemitraan Konservasi antara Balai Taman Nasional Kelimutu dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Wolomoni. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi kemitraan konservasi telah berjalan sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan mencakup kegiatan pemulihan ekosistem, pengembangan ekowisata, penguatan kelembagaan, serta pemberdayaan masyarakat. Secara ekonomi, kegiatan kemitraan memberikan manfaat nyata melalui penjualan kopi dan pengelolaan ekowisata dengan total rata-rata penerimaan per anggota sebesar Rp23.202.702 per tahun dan pendapatan bersih sebesar Rp16.417.702. Nilai R/C Ratio sebesar 3,42 menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat efisien dan layak secara ekonomi. Namun, usaha ekowisata belum mencapai titik impas (BEP) karena jumlah pengunjung masih rendah, sementara usaha kopi telah jauh melampaui BEP dan terbukti menguntungkan. Secara keseluruhan, kemitraan konservasi tidak hanya mendukung tujuan pelestarian kawasan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi anggota KSM Wolomoni.
Kata Kunci: Kemitraan Konservasi, Pendapatan Ekonomi, R/C Ratio, BEP, KSM Wolomoni, Taman Nasional Kelimutu.

