Analisis Pemanfaatan Ritme Editing pada Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah (2024)
Abstract
Tulisan ini menelaah bagaimana ritme editing difungsikan sebagai alat bantu narasi dalam film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah (2024) garapan sutradara Fajar Bustomi. Pendekatan yang dipakai ialah analisis tekstual sinematik yang bertumpu pada kerangka kerja David Bordwell dan Kristin Thompson dalam Film Art: An Introduction, sekaligus merujuk pada gagasan Karen Pearlman soal cutting rhythms. Temuan menunjukkan adanya pola yang terpola rapi: potongan-potongan lambat hadir di momen kontemplasi batin tokoh, sedang rentetan cut cepat mengisi ruang-ruang konflik dan puncak dramatik. Lebih dari sekadar soal tempo, diferensiasi ritme ternyata juga berlaku sebagai penanda temporal—cara halus yang membedakan tiga lapisan waktu dalam cerita: kenyataan hari ini, serpihan kenangan, dan dunia hipotetis yang tak pernah terjadi. Hasilnya, ketegangan batin tokoh utama terasa hadir bukan hanya melalui dialog, tetapi justru lewat cara gambar-gambar itu dipotong dan disambungkan. Kajian ini diharapkan membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang editing sebagai bahasa dalam sinema Indonesia masa kini

