Innovation Ladder sebagai Praktik Komunikasi: Memahami Design Thinking dalam Pengembangan Inovasi Bagi Para Pendidik
Abstract
Tuntutan terhadap inovasi pendidikan semakin meningkat seiring dengan perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan konteks peserta didik. Berbagai program peningkatan kapasitas guru mulai mengadopsi pendekatan Design Thinking untuk mendorong lahirnya solusi-solusi kreatif terhadap persoalan pendidikan. Namun, sebagian besar kajian masih memandang Design Thinking sebagai metode pemecahan masalah atau strategi pembelajaran, sementara dimensi komunikatif yang mendasari proses tersebut belum banyak mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana Innovation Ladder dan Design Thinking berfungsi sebagai praktik komunikasi dalam pengembangan inovasi di kalangan pendidik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode instrumental case study berdasarkan perspektif Stake. Data diperoleh melalui focus group discussion (FGD) dan wawancara mendalam untuk menggali pengetahuan, pengalaman, serta hambatan yang dihadapi guru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran maupun menjalankan profesinya. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan menempatkan Design Thinking sebagai praktik komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi berbagai hambatan dalam berinovasi, seperti beban administratif, keterbatasan waktu, budaya sekolah yang cenderung mempertahankan rutinitas, dan rendahnya kepercayaan diri terhadap kemampuan berinovasi. Temuan ini menegaskan bahwa kapasitas inovasi guru tidak terbentuk semata-mata melalui penguasaan metode Design Thinking, tetapi melalui praktik komunikasi yang mendukung pembelajaran sosial, kolaborasi, dan legitimasi terhadap perubahan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian komunikasi inovasi dengan mereposisi Design Thinking sebagai praktik komunikasi dalam pengembangan inovasi pendidikan.

