Budaya Nongkrong sebagai Ruang Pembentukan Perilaku Sosial Mahasiswa: Kajian Konformitas dalam Perspektif Psikologi Lintas Budaya

  • Husniya Afsari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Sunita Hamzah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Zahrah Salsabila Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Agung Fauzi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Keywords: budaya nongkrong, perilaku sosial, konformitas, mahasiswa, psikologi lintas budaya

Abstract

Budaya nongkrong telah menjadi fenomena sosial yang melekat dalam keseharian mahasiswa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya nongkrong berfungsi sebagai ruang pembentukan perilaku sosial mahasiswa, dengan menggunakan teori konformitas Solomon Asch sebagai kerangka analisis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap empat informan mahasiswa aktif yang rutin melakukan aktivitas nongkrong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nongkrong telah bergeser dari aktivitas rekreatif menjadi kebutuhan sosial-psikologis mahasiswa, lalu terdapat proses konformitas normatif dan informatif dalam dinamika kelompok tongkrongan, kemudian, mahasiswa mengalami penyesuaian perilaku, gaya bicara, dan cara berpikir sebagai respons terhadap tekanan kelompok, terakhir nongkrong berperan ganda sebagai ruang pembentukan identitas sosial sekaligus potensi tekanan konformitas. Temuan ini memperkuat relevansi teori Asch dalam konteks budaya kolektivistik Indonesia, sekaligus membuka ruang kajian psikologi lintas budaya berbasis fenomena lokal.

Published
2026-07-01
How to Cite
Afsari, H., Hamzah, S., Salsabila, Z., & Fauzi, A. (2026). Budaya Nongkrong sebagai Ruang Pembentukan Perilaku Sosial Mahasiswa: Kajian Konformitas dalam Perspektif Psikologi Lintas Budaya. IKRA-ITH HUMANIORA : Jurnal Sosial Dan Humaniora, 10(2), 1405-1408. Retrieved from https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-humaniora/article/view/6792