Budaya Nongkrong sebagai Ruang Pembentukan Perilaku Sosial Mahasiswa: Kajian Konformitas dalam Perspektif Psikologi Lintas Budaya
Abstract
Budaya nongkrong telah menjadi fenomena sosial yang melekat dalam keseharian mahasiswa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya nongkrong berfungsi sebagai ruang pembentukan perilaku sosial mahasiswa, dengan menggunakan teori konformitas Solomon Asch sebagai kerangka analisis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap empat informan mahasiswa aktif yang rutin melakukan aktivitas nongkrong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nongkrong telah bergeser dari aktivitas rekreatif menjadi kebutuhan sosial-psikologis mahasiswa, lalu terdapat proses konformitas normatif dan informatif dalam dinamika kelompok tongkrongan, kemudian, mahasiswa mengalami penyesuaian perilaku, gaya bicara, dan cara berpikir sebagai respons terhadap tekanan kelompok, terakhir nongkrong berperan ganda sebagai ruang pembentukan identitas sosial sekaligus potensi tekanan konformitas. Temuan ini memperkuat relevansi teori Asch dalam konteks budaya kolektivistik Indonesia, sekaligus membuka ruang kajian psikologi lintas budaya berbasis fenomena lokal.

