DESAIN MOTIF KAIN DENGAN TEKNIK LIPAT TRITIK UNTUK SCARF MENGGUNAKAN WARNA ALAM BIRU INDIGO

  • Dewi Handayani U.N
  • Endang Tjahjaningsih
  • Dwi Budi Santoso
Keywords: Teknik Lipat Tritik, motif Kain, Scraf, pewarna alam biru indigo, Indigofera

Abstract

Teknik melipat kain dengan tritik untuk menghasilkan motif di selembar kain diperoleh dengan melipat
kain sehingga membentuk bahan kain tekstil menjadi geometris. Bahan kain yang sudah menjadi lipatan
dirangkapkan atau disusun menjadi suatu motif tertentu sehingga membentuk suatu obyek yang memiliki nilai
estitetis, nilai fungsional dan nilai jual yang tinggi.
Teknik Ikat/lipat Tritik memiliki pengertian menghias kain dengan cara dilipat/diikat dengan tali, karet
atau dijepit dengan kayu/stik sampai kedap air, lalu dicelup dengan pewarna batik. Teknik ini banyak
dikembangkan karena kemudahan dan variasi motif yang beragam. Penggunaan pewarna alami pada teknik
lipat/ikat ini memberikan nilai artistik pada kain batik yang dihasilkan selain juga ramah lingkungan. Pewarnaan
alami yang digunakan berasal dari tanaman Nila (Indigofera) yang menghasilkan efek biru yang diambil dari daun
yang difermentasikan sehingga menjadi pasta indigo.
Tanaman Indigofera tikctoria merupakan tanaman penghasil warna biru dan merupakan salah satu
tanaman penghasil warna alam yang khas. Dari hasil fermentasi yang berupa pasta indigo kemudian digunakan
untuk mewarnai kain.
Gabungan beberapa teknik dalam menghasilkan motif pada kain dengan teknik lipat tritik dengan
pewarna alam biru Indigofera memberikan banyak alternatif motif bagi perkembangan batik yang diharapkan
memiliki ciri khas kedaerahan yang ramah lingkungan dan berbasis kemampuan lokal wilayah.
Scraf dalam bahasa Indonesia berarti syal itu sepotong kain yang dikenakan pada atau dekat kepala atau
di sekitar leher untuk mempercantik penampian di sekitar leher.

Published
2018-02-02