Aplikasi Augmented Reality Pengenalan Bahasa Toulour Menggunakan Metode Multimedia Development Life Cycle
Abstract
Bahasa Toulour merupakan salah satu bahasa daerah di Sulawesi Utara yang berstatus terancam punah akibat dominasi penggunaan bahasa Melayu Manado di kalangan generasi muda. Fase usia dini (golden age) merupakan periode krusial dalam penyerapan kosakata, namun media pembelajaran konvensional dua dimensi (2D) saat ini dinilai kurang interaktif dan gagal mempertahankan fokus anak. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi edukasi Augmented Reality (AR) berbasis Android sebagai media pengenalan kosakata dasar bahasa Toulour yang interaktif. Metode pengembangan sistem menggunakan Multimedia Development Life Cycle (MDLC) versi Luther-Sutopo yang mencakup enam tahapan: Concept, Design, Material Collecting, Assembly, Testing, dan Distribution. Aplikasi ini mengintegrasikan enjin Unity 3D dengan Vuforia SDK untuk memproyeksikan visualisasi model tiga dimensi (3D) beserta audio pelafalan asli dari 25 objek fundamental tepat di atas kartu penanda (flashcard/marker) secara real-time. Pengujian fungsionalitas dilakukan melalui metode Black-Box Testing, sedangkan uji kompatibilitas dieksekusi pada lintas gawai Android. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur tombol navigasi, kestabilan pelacakan marker oleh kamera, dan keselarasan output audio berjalan dengan sukses 100%, sehingga layak digunakan sebagai media ajar inovatif untuk mendukung pelestarian kebudayaan Minahasa.

