Peringatan Dini Banjir Berbasis Internet of Things Menggunakan Fuzzy Logic di Kelurahan Taas
Abstract
Kelurahan Taas di Kota Manado rawan banjir. Sepanjang 2023-2025, tercatat 22 kejadian banjir yang berdampak langsung pada rumah warga. Sayangnya, tidak ada sistem yang memantau kondisi air sungai secara real-time. Hal ini membuat proses evakuasi lambat dan berisiko menyebabkan kerugian materi dan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan membuat sistem peringatan dini banjir berbasis teknologi Internet ofThings (IoT). Sistem ini menggunakan metode inferensi Fuzzy Logic Sugeno Orde-0 yang diimplementasikan melalui metodologi Prototype dan dibuat dalam dua versi. Sistem ini menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mengukur ketinggian air dan sensor water flow YF-S201 untuk menghitung debit air. Data dari sensor diproses oleh mikrokontroler untuk menentukan status kedaruratan, yaitu Aman, Siaga, atau Bahaya. Data ini kemudian dikirim ke platform cloud ThingSpeak dan bot notifikasi Telegram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa versi kedua sistem memiliki arsitektur yang lebih baik. Versi kedua menggunakan ESP8266 sebagai mikrokontroler tunggal. Hal ini membuat sistem lebih efisien dengan mengurangi koneksi sebesar 36%. Sistem ini juga menghemat konsumsi daya sebesar 32%, dari sekitar 850 mA menjadi sekitar 580 mA. Kecepatan respons pemrosesan data juga meningkat hingga 3 kali lebih cepat dibandingkan versi pertama.

