Kelayak Hunian Permukiman di Jakarta
Abstract
Urbanisasi yang pesat di Indonesia dalam dua dekade terakhir telah menjadi pedang
bermata dua bagi pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menjadi mesin
pertumbuhan ekonomi yang vital. Namun di sisi lain, laju migrasi penduduk yang tidak
diimbangi dengan ketersediaan lahan dan perumahan yang terjangkau telah melahirkan
fenomena permukiman kumuh (slum areas). Permukiman ini umumnya dicirikan oleh
kepadatan bangunan yang tinggi, ketidakteraturan tata letak, kualitas infrastruktur dasar
yang buruk (seperti sanitasi dan air bersih), serta kerentanan terhadap bencana lingkungan
seperti banjir dan kebakaran. Tujuan dari tulisan ini adalah mengidentifikasi faktor yang
belum ditemukan pada aspek kelayak hunian bermukim sehingga dalam waktu jangka
panjang berpengaruh pada keberlanjutan masyarakat berpenghuni di kawasan permukiman
di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan teknik
pengumpulan data secara primer (observasi, kuesioner, dan wawancara) serta sekunder
(studi literatur). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kondisi
kawasan permukiman kumuh berdasarkan pendekatan livability, analisis hierarki proses,
analisis tingkat livability, serta analisis regresi linier berganda.

