Analisis Postur Kerja Dan Risiko Musculoskeletal Disorders (MsDS) Menggunakan Metode Quick Exposure Check (QEC) Di CV. Abon Karwati
Abstract
Aktivitas kerja manual yang dilakukan secara berulang dengan postur kerja yang tidak ergonomis
berpotensi menimbulkan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja. CV. Abon
Karwati, sebagai perusahaan pengolahan pangan, masih memiliki proses kerja manual, khususnya
pada bagian pengepakan, yang diduga memiliki risiko ergonomi tinggi akibat posisi kerja
membungkuk dan gerakan berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat risiko ergonomi
aktivitas kerja yang berpotensi menyebabkan MSDs, mengidentifikasi aktivitas kerja dengan risiko
postur tertinggi, serta memberikan rekomendasi perbaikan postur kerja di CV. Abon Karwati.
Metode yang digunakan adalah Quick Exposure Check (QEC) menurut Li dan Buckle (1999),
dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung dan wawancara menggunakan
kuesioner QEC. Penilaian dilakukan pada tiga bagian kerja, yaitu pengepakan, penggorengan, dan
pemasangan label. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh bagian kerja termasuk dalam
kategori risiko ergonomi tinggi (Action Level 3). Nilai exposure level tertinggi terdapat pada bagian
pengepakan sebesar 75,93%, diikuti bagian penggorengan sebesar 57,95% dan pemasangan label
sebesar 54,32%. Bagian tubuh yang paling berisiko mengalami MSDs adalah punggung dan
pergelangan tangan, yang dipengaruhi oleh postur kerja membungkuk dan aktivitas kerja berulang.
Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan perbaikan kondisi kerja secara ergonomis, terutama pada
stasiun pengepakan, melalui penyediaan meja dan kursi kerja yang sesuai antropometri, penerapan
rotasi pekerjaan, serta edukasi. Pada stasiun penggorengan disarankan penggunaan peralatan dengan
desain ergonomis dan alas anti-lelah, sedangkan pada pemasangan label diterapkan variasi posisi
duduk-berdiri serta waktu istirahat mikro untuk menuurusnkan risiko MSDs dan meningkatkan
kenyamanan serta produktivitas kerja.

