Analisis Ketidaksinkronan Data Traceability Pada Produksi Kulit Melalui Metode FTA dan FMEA Di CV Cisarua
Abstract
Penelitian ini menganalisis ketidaksinkronan data traceability pada proses finishing leather di CV
Cisarua, mulai dari tahap crust hingga finished leather. Masalah utama tidak terletak pada tingkat
produk reject yang masih berada pada kisaran ±7%, melainkan pada rata-rata ketidaksinkronan data
sebesar 47% yang dihitung berdasarkan perbandingan data tanpa keterangan terhadap total reject
dan tanpa keterangan pada setiap kode atau lot. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus
dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta telaah dokumen produksi
dan laporan Quality Control. Fault Tree Analysis digunakan untuk memetakan hubungan sebabakibat,
sedangkan Failure Mode and Effect Analysis digunakan untuk menentukan prioritas risiko
berdasarkan nilai Severity, Occurrence, Detection, dan Risk Priority Number. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ketidaksinkronan data disebabkan oleh pencatatan manual melalui kartu estafet
dan hardfile Excel, keterlambatan pembaruan data antarproses, ketidakkonsistenan pengisian
keterangan QC, penanganan produk reject yang belum tertata, serta risiko kehilangan produk pada
proses pemindahan. Nilai RPN tertinggi sebesar 336 terdapat pada keterlambatan reposisi data
akibat penggunaan hardfile Excel. Perbaikan direkomendasikan melalui integrasi ERP, pembaruan
status real-time, standardisasi label dan format keterangan, serta penguatan SOP dan pelatihan
operator.

