Penerapan Metode Six Sigma (DMAIC) dan FMEA dalam Mengidentifikasi dan Meminimalkan Produk Reject Tomat Beef pada Proses Budidaya Hidroponik
Abstract
PT. Agricole Indonesia Makmur adalah perusahaan yang bergerak di sektor hortikultura, khususnya dalam
budidaya tomat beef secara hidroponik di dalam greenhouse, dengan tingkat produk tidak layak mencapai
10%. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan yang paling banyak terjadi, menelusuri
akar permasalahannya, serta menyusun rekomendasi perbaikan melalui pendekatan Six Sigma (DMAIC)
yang dikombinasikan dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data dikumpulkan melalui
observasi langsung, wawancara, serta pencatatan data produksi selama Oktober 2025. Temuan
menunjukkan bahwa kerusakan akibat bercak gosong karena paparan sinar matahari (sunscald)
mendominasi sebesar 40% dari total kerusakan, dengan rata-rata DPMO 25.066 dan level sigma 3,46.
Analisis menggunakan diagram Pareto, fishbone, dan FMEA mengkonfirmasi paparan sinar matahari
langsung dalam durasi panjang sebagai faktor utama, dengan nilai RPN tertinggi mencapai 490.
Rekomendasi perbaikan mencakup instalasi shading net, penggunaan sensor IoT untuk pemantauan suhu,
serta peningkatan manajemen ventilasi, yang diperkuat oleh implementasi SOP, check sheet, dan P-Chart
guna memastikan keberlanjutan perbaikan

