IKRA-ITH Teknologi Jurnal Sains dan Teknologi
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi
<p>Journals for the publication of papers in the field of Technology include majoring in Civil Engineering, Industrial Engineering, Architectural Engineering, Electrical Engineering, Chemical Engineering and other Engineering majors. Published 3 times a year in March, July and November.</p> <p>P-ISSN : <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1497599451">2580-4308</a></p> <p>E-ISSN : <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1539940124">2654-8046</a></p> <p>DOI : <a href="http://doi.org/10.37817/IKRAITH-Teknologi">10.37817/IKRAITH-Teknologi</a></p> <p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Akreditasi Jurnal:</strong></span></p> <p><a title="SINTA 5" href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/6180" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/jafar_octo/Sertifikat_akreditasi_Teknologi_001.png"></a></p>Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAIen-USIKRA-ITH Teknologi Jurnal Sains dan Teknologi2580-4308Desain Ulang Kursi Mahasiswa Di Kelas Ergonomi Teknik Industri Universitas X
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/5442
<p>Kursi yang ergonomis merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang lingkungan belajar<br>yang efektif dan nyaman selama aktivitas perkuliahan. Mahasiswa sebagai pengguna kursi kuliah<br>di kelas Ergonomi merasakan keluhan dan ketidaknyaman pada beberapa bagian tubuh. Kondisi<br>ini diketahui peneliti setelah melakukan observasi langsung, wawancara, serta penyebaran<br>kuesioner kepada mahasiswa. Ketidaknyamanan tersebut mengindikasikan bahwa desain kursi<br>kuliah tidak sesuai dengan data antropometri mahasiswa kelas Ergonomi di Universitas X.<br>Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian dimensi kursi kuliah saat ini dengan data<br>antropometri mahasiswa sebagai pengguna dan melakukan perancangan ulang dimensi kursi<br>kuliah yang lebih ergonomis.<br>Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan melakukan pengukuran<br>langsung kepada mahasiswa kelas Ergonomi. Data antropometri yang diambil merupakan data<br>yang berhubungan langsung dengan desain kursi kuliah. Perhitungan dilakukan dengan mencari<br>nilai persentil ekstrim lima, lima puluh dan sembilan puluh lima (P5, P50 dan P95). Hasil penelitian<br>menunjukkan bahwa desain kursi baru lebih ergonomis dengan penyesuaian dimensi serta<br>penambahan material busa pada sandaran dan alas duduk.<br>Desain yang diusulkan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan mahasiswa selama<br>perkuliahan dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas fasilitas pembelajaran di<br>lingkungan perguruan tinggi</p>Naila Adinda UtamiMário Marques FernandesDiah Prasmestari
Copyright (c)
2026-07-012026-07-011021710.37817/ikraith-teknologi.v10i2.5442Penerapan Biophilic Architecture Pada Perancangan Convention Mall Sebagai Respons Dari Penurunan Jumlah Konsumen
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/5443
<p>Perkembangan kota modern menimbulkan tantangan bagi kualitas lingkungan binaan, terutama<br>akibat keterbatasan ruang dan berkurangnya interaksi manusia dengan alam. Di sisi lain,<br>pertumbuhan e-commerce menyebabkan penurunan pengunjung pusat perbelanjaan, sehingga<br>mall perlu berevolusi dari sekadar tempat transaksi menjadi ruang yang menawarkan<br>pengalaman imersif dan bernilai emosional. Proyek ini merancang Mixed-Use Convention<br>Center & Mall di Jakarta Selatan dengan pendekatan biophilic architecture untuk menciptakan<br>lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Metodologi yang digunakan mencakup studi<br>literatur serta studi banding kasus bangunan mixed-use dan penerapan biophilic design. Hasil<br>perancangan menekankan integrasi elemen alami melalui dua pendekatan utama, yaitu Nature in<br>the Space serta Natural Analogues & Nature of the Space, dengan penerapan 12 dari 14 prinsip<br>biophilic. Transformasi massa bangunan diwujudkan melalui bentuk organik, pencahayaan<br>alami, ventilasi silang, serta orientasi pandangan yang luas, menghasilkan ruang komersial dan<br>publik yang tidak hanya fungsional tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pengalaman<br>pengguna</p>Muhammad Rizky PratamaEuis Puspita DewiAri WijayaST. Trikariastoto
Copyright (c)
2026-07-012026-07-0110281610.37817/ikraith-teknologi.v10i2.5443Peran Artificial Intelligence Dalam Proses Pembelajaran Mahasiswa D4 Manajemen Perkantoran Digital Dalam Perspektif Pendidikan Berkualitas
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/5444
<p>Perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah<br>memberikan pengaruh besar terhadap berbagai bidang, termasuk pendidikan tinggi di Indonesia. AI<br>dipandang mampu menjadi solusi dalam mengatasi keterbatasan pembelajaran tradisional melalui<br>penyediaan akses informasi yang cepat, personalisasi pembelajaran, serta pemberian umpan balik instan.<br>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran AI dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa D4<br>Manajemen Perkantoran Digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data primer<br>diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung, sedangkan data sekunder bersumber dari literatur<br>ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berfungsi sebagai media pembelajaran yang<br>efektif dalam mendukung mahasiswa menyelesaikan tugas, mengatur waktu belajar, serta memperluas<br>wawasan di luar materi perkuliahan. Walau demikian, terdapat sejumlah tantangan seperti keterbatasan<br>infrastruktur, potensi bias algoritma, kesenjangan digital, serta isu privasi data yang masih harus<br>diperhatikan. Kesimpulannya, AI tidak hanya menjadi alat bantu belajar, tetapi juga katalis perubahan<br>pendidikan tinggi menuju pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan berkualitas. Studi lanjutan<br>disarankan untuk mengeksplorasi model integrasi AI yang berkelanjutan dan strategi etis dalam<br>penerapannya di lingkungan perguruan tinggi.</p>Habibi Hilmi NugrohoMuhammad FikriErindah DimisyqiyaniAmaliyah AmaliyahRizky Amalia SinulinggaGagas Gayuh Aji
Copyright (c)
2026-07-012026-07-01102172410.37817/ikraith-teknologi.v10i2.5444Kombinasi Trichokompos dan NPK Mutiara 16:16:16 Terhadap Pembibitan Kelapa Sawit (Elaeis guenensis Jacq) Varietas Topaz di Pre Nursery
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/5446
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi trichokompos dan pupuk NPK<br>Mutiara 16:16:16 terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) varietas Topaz<br>pada fase prenursery. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Politeknik Kampar selama<br>empat bulan (Mei–Agustus 2025) menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua<br>faktor, yaitu trichokompos (0, 60, 120, dan 180 g/tanaman) dan NPK Mutiara (0, 25, 40, dan 55<br>g/tanaman), sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Parameter yang<br>diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah pelepah, panjang pelepah, dan diameter batang. Hasil<br>penelitian menunjukkan bahwa kombinasi trichokompos dan NPK Mutiara berpengaruh nyata<br>terhadap semua parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit. Perlakuan terbaik diperoleh pada<br>kombinasi 180 g/tanaman trichokompos dan 55 g/tanaman NPK Mutiara (T3G3), dengan rata-rata<br>tinggi tanaman 25,93 cm, jumlah pelepah 4,50 helai, panjang pelepah 45,93 cm, dan diameter<br>batang 3,30 cm. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi pupuk organik dan anorganik dapat<br>memberikan efek sinergis dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit, serta berpotensi<br>menjadi alternatif pemupukan yang lebih efisien dan berkelanjutan pada fase pembibitan.</p>Arifiandi MakrufSri Oktika Syahputri
Copyright (c)
2026-07-012026-07-01102253410.37817/ikraith-teknologi.v10i2.5446Analisis Usaha Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) di Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/5735
<p>Penelitian ini menganalisis kelayakan finansial Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian<br>(UPJA) di Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, sebagai penyedia jasa penyewaan<br>combine harvester bagi petani padi. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada tiga UPJA<br>Suka Maju, Hayati, dan Pulai Tarandam dengan pendekatan deskriptif dan analisis kuantitatif.<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga UPJA tergolong usaha mikro dengan pengelolaan<br>berbasis kelompok tani dan modal terbatas. Rata-rata total biaya produksi per musim tanam tercatat<br>sebesar Rp32.980.000, sedangkan pendapatan kotor rata-rata mencapai Rp50.750.000, sehingga<br>memberikan keuntungan bersih rata-rata sekitar Rp15.440.000. Nilai efisiensi usaha (R/C ratio)<br>rata-rata 1,48 menunjukkan setiap pengeluaran Rp1 menghasilkan penerimaan sekitar Rp1,48.<br>Titik impas (BEP) rata-rata berada pada luas garapan sekitar 9 hektare per musim tanam. Analisis<br>investasi memperlihatkan nilai rata-rata Net Present Value (NPV) Rp52.599.440, Net Benefit Cost<br>Ratio (Net B/C) 2,43, Internal Rate of Return (IRR) 66,78%, dan Payback Period (PP) 3,95 tahun,<br>yang semuanya memenuhi kriteria kelayakan. Secara keseluruhan, usaha penyewaan combine<br>harvester di Bangkinang layak dikembangkan karena mampu memberikan keuntungan finansial<br>yang signifikan sekaligus mendukung mekanisasi pertanian.</p>Rizkon FahlefiAgung Pramono
Copyright (c)
2026-07-012026-07-01102354310.37817/ikraith-teknologi.v10i2.5735Analisis Usability dan Redesain Website Pemerintah Kabupaten Karawang untuk Mendukung Akses Informasi Publik
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/6627
<p>Local government websites play a strategic role as the primary channel for public information, yet many still face usability-related issues. This study aims to measure the usability level of the Karawang Regency Government Website, identify problems encountered by users, and redesign the website interface based on the findings. The evaluation was conducted using a questionnaire based on Nielsen's (1994) usability components, consisting of 9 Likert-scale statements (1–5) and 2 open-ended questions, distributed online via Google Form to 25 respondents. The results showed an overall average score of 2.65, categorized as Sufficient (2.60–3.39), with the main issues identified in cluttered visual layout, confusing navigation, suboptimal mobile responsiveness, irrelevant search results, and lack of information on the service pages. Based on these findings, a selective interface redesign was conducted on five priority areas and implemented as a functional prototype using HTML, CSS, and JavaScript. The results of this study are expected to contribute to improving the quality of public information services on the Karawang Regency Government Website.</p>Erika Sita DewiGagas Cahya KamajenganHaliza Adzikia SukarnoGarno Garno
Copyright (c) 2026 IKRA-ITH Teknologi Jurnal Sains dan Teknologi
2026-07-012026-07-011024452Structuralism Analysis of Irony and Sacrifice in The Gift of The Magi
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/6655
<p>Short stories are one of the most accessible forms of literary work and are important to analyze through their intrinsic elements, as they reflect human life in both realistic and imaginative ways through concise narratives. In O. Henry’s The Gift of the Magi, the phenomena of irony and sacrifice are strongly portrayed through the characters’ actions and the development of the plot, which contribute significantly to the meaning of the story. Therefore, this study aims to analyze how irony and sacrifice are represented through the intrinsic elements of the short story by applying a structuralist approach. This study uses a qualitative method with descriptive analysis. The findings show that irony and sacrifice are interconnected in constructing the story’s meaning, particularly through characterization and plot development. These elements strengthen the emotional impact and moral message conveyed in the story. Thus, this study highlights that the relationship between intrinsic elements can provide a deeper understanding of the literary work.</p> <p>Keyword: Short Story, Intrinsic Elements, Structuralism, Irony, Sacrafice</p>Selvyana Angel br. HombingApriliani Putri Br AruanSaskia Indah PrabudiPutri Balqis NazilahT. Thyrhaya ZeinKristian Purba
Copyright (c)
2026-07-012026-07-011025360Rancang Bangun Sistem Sensor Nirkabel (WSN) Berbasis IoT untuk Pemetaan Polusi Udara di Area Padat Penduduk
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/6809
<p>Air Pollution is a serious threat to the public's health, especially in areas where there are little opportunities for maintaining the quality of the environment. The goal of this study is to develop and deploy the Internet of Things (IoT)-based Sensor Network System (WSN) for real-time udara pollution monitoring. The approach used is Research and Development (R&D) through experimental research. This system is developed by integrating the Arduino Uno microcontroller, the ESP32 communication module, and the MQ-135 gas sensor to collect data on gas concentrations. Data from the sensor node is sent nirkabel to the Internet of Things platform, converted into an udara quality index, and then processed digitally. The results of the investigation show that the system is capable of detecting and adjusting pollution levels in a responsive manner, from aman conditions (50–60 ppm) to berbahaya conditions (over 100 ppm), which automatically sound a warning buzzer. Through the use of this IoT-based WSN, sebaran polusi udara in residential areas can be carried out in a dynamic manner. This system helps the general public by providing valid baseline data for those who are interested in developing environmentally sound mitigation strategies.</p>Theofilus Herly Hatonangan SamosirThia Anissa
Copyright (c) 2026 IKRA-ITH Teknologi Jurnal Sains dan Teknologi
2026-06-182026-06-18102616810.37817/ikraith-teknologi.v10i2.6809Analisis Analisis Potensi Bahaya dan Resiko Kecelakaan di Tempat Kerja
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7091
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek esensial untuk menjamin keamanan pekerja dan kelancaran produksi di industri manufaktur. Proses setting sensor Body Steering memiliki potensi bahaya dari aktivitas kerja, peralatan, dan sistem interaksi yang berisiko menyebabkan kecelakaan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan keselamatan pengendalian kerja pada proses tersebut. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan matriks risiko, penelitian ini mengintegrasikan tiga metode. Job Safety Analysis (JSA) digunakan untuk mengidentifikasi bahaya setiap tahapan kerja. Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Pengendalian Penentuan (HIRADC) diterapkan untuk menilai dan menentukan pengendalian risiko. Sementara itu, Hazard and Operaability Study (HAZOP) digunakan untuk menganalisis penyimpangan potensi proses kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi bahaya dengan kategori risiko sedang hingga tinggi, khususnya pada paparan suhu panas, gangguan, dan kerja berulang. Penerapan metode ini terbukti mampu menganalisis bahaya dan kelemahan proses ketiga secara lebih komprehensif.</span></span></p>Nova NuraeniYudi PrastyoIkhsan Romli
Copyright (c) 2026 IKRA-ITH Teknologi Jurnal Sains dan Teknologi
2026-07-132026-07-13102697810.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7091Monitoring Manajemen Beban Energi Rumah Tangga berbasis Hybrid Operation
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/6937
<p>This study aims to implement and analyze the performance of a Household Energy Load Management prototype using ESP32 and Arduino Nano for both online and offline operations. The research background is based on the increasing demand for household energy management systems that can operate flexibly, efficiently, and reliably during internet connectivity disruptions. The system was designed using a dual-microcontroller concept, where the ESP32 functions as an Internet of Things (IoT)-based controller for online communication, while the Arduino Nano serves as a local controller in offline mode. The prototype is equipped with an SCT-013 current sensor, relay module, RTC DS3231, UART communication, and the MQTT protocol to support both automatic and manual monitoring and control of household electrical loads. Based on the testing results, the prototype demonstrated satisfactory performance with a system availability of 99.1%, energy efficiency reaching 98.8% in online mode, and an offline system autonomy level of 99.5%. The average system response time was recorded at 0.88 seconds in online mode and 0.62 seconds in offline mode. In addition, the system was capable of achieving energy savings of 18.5%.</p>Thia AnissaIta MubarokahAmin WidodoDimar S Bintang
Copyright (c) 2026 IKRA-ITH Teknologi Jurnal Sains dan Teknologi
2026-07-072026-07-07102798710.37817/ikraith-teknologi.v10i2.6937Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Berbasis Model SCOR Pada Industri Pengolahan Teh Hitam
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/6996
<p>Industri pengolahan teh hitam merupakan sektor agroindustri strategis yang rentan terhadap gangguan<br>operasional mesin, fluktuasi kualitas bahan baku, serta ketidakseimbangan proses produksi. Penelitian ini<br>bertujuan mengukur kinerja rantai pasok PT Tenggara Perkebunan Teh Maleber menggunakan pendekatan<br>Supply Chain Operations Reference (SCOR) tiga level secara terintegrasi, dengan normalisasi Snorm De<br>Boer. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara<br>terstruktur dengan manajemen, serta analisis data operasional selama 21 bulan (Januari 2024-September<br>2025). Pengumpulan data mencakup 18 Key Performance Indicator (KPI) yang mencerminkan lima proses<br>SCOR: Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Proses pengolahan data dilakukan melalui normalisasi<br>Snorm De Boer untuk menyetarakan skala kinerja antar indikator, dilanjutkan dengan pembobotan<br>menggunakan metode Direct Rating bersama pihak manajemen, serta pemetaan KPI berdasarkan nilai<br>normalisasi dan bobot global untuk menentukan prioritas perbaikan secara objektif dan terukur. Hasil<br>pengukuran menunjukkan total skor kinerja rantai pasok sebesar 60, yang masuk kategori Cukup. Proses<br>Make memberikan kontribusi skor terbesar sekaligus menjadi sumber tidak efisienan utama, ditandai oleh<br>nilai OEE 60,4%, efisiensi mesin 69,79%, dan failure in process 80%. Proses Deliver dan Return<br>menunjukkan kinerja sangat baik dengan skor mendekati 100% pada hampir seluruh indikator. Hasil<br>penelitian ini juga dapat menjadi dasar dalam penentuan program maintenance berbasis kinerja mesin serta<br>perbaikan standar panen pada tahap hulu guna meningkatkan kualitas bahan baku secara berkelanjutan</p>Anisa FebrianaIman Nurjaman
Copyright (c)
2026-07-102026-07-10102798810.37817/ikraith-teknologi.v10i2.6996Implementasi Data mining Untuk Prediksi Panen Teh Menggunakan Metode K-Nearst Neighbor (KNN)
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/6997
<p>Ketidakpastian hasil panen teh akibat variasi kondisi iklim menjadi tantangan dalam perencanaan<br>produksi pada industri perkebunan teh. Perubahan curah hujan, suhu udara, kelembapan, dan<br>intensitas penyinaran matahari dapat menyebabkan fluktuasi hasil panen. Penelitian ini bertujuan<br>untuk memprediksi hasil panen teh berdasarkan variabel iklim menggunakan pendekatan data<br>mining dengan algoritma K-Nearest Neighbor (KNN). Data yang digunakan berupa data sekunder<br>yang terdiri dari data historis hasil panen teh dan data iklim, yang diproses melalui tahapan preprocessing<br>berupa normalisasi data serta pembagian data latih dan data uji dengan rasio 80:20.<br>Model prediksi dibangun menggunakan KNN Regression dan dievaluasi menggunakan Mean<br>Absolute Percentage Error (MAPE) dan koefisien determinasi (R²). Hasil evaluasi menunjukkan<br>bahwa model KNN dengan parameter terbaik k = 3 menghasilkan nilai MAPE sebesar 39,67% dan<br>nilai R² sebesar 0,000, yang menunjukkan bahwa akurasi prediksi numerik model masih tergolong<br>rendah. Meskipun demikian, hasil prediksi menunjukkan adanya keterkaitan antara variabel iklim<br>dan hasil panen, di mana kondisi iklim ekstrem cenderung diikuti oleh penurunan hasil panen teh.<br>Model ini diharapkan dapat digunakan sebagai alat bantu awal dalam memahami kecenderungan<br>hasil panen teh berbasis kondisi iklim.</p>Muhammad Fahmi HidayatBramantiyo Eko Putro
Copyright (c)
2026-07-102026-07-10102899510.37817/ikraith-teknologi.v10i2.6997Perancangan Sistem Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Mesin Incinerator Skala Desa dengan Teknologi Hydoburner dan Wet Scrubber Melalui Pendekatan Ergonomi dan Antropometri di Desa Cidadap
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/6998
<p>Permasalahan sampah di Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, telah mencapai kondisi kritis<br>akibat tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang memadai, sehingga memaksa warga<br>melakukan pembakaran terbuka (open burning) yang berdampak buruk bagi kesehatan dan<br>lingkungan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem insinerator skala desa yang terintegrasi<br>dengan pendekatan ergonomi dan antropometri guna mencegah risiko Musculoskeletal Disorders<br>(MSDs) pada operator. Sistem yang dirancang menggabungkan tiga inovasi utama: teknologi<br>hydroburner berbahan bakar oli bekas untuk mencapai suhu pembakaran 600-800°C, unit filtrasi<br>wet scrubber bermedia serabut kelapa untuk menangkap polutan asap, serta mekanisme<br>pemanfaatan panas sisa di ruang bakar kedua untuk melebur limbah plastik menjadi paving block.<br>Data antropometri dari 5 operator diolah melalui uji normalitas, uji keseragaman, uji kecukupan<br>data, dan perhitungan persentil. Hasil perancangan menunjukkan bahwa alat ini mampu mereduksi<br>177,2 kg sampah per hari dan memproduksi 36 buah paving block per hari. Tinggi pintu pengisian<br>ditetapkan 95 cm berdasarkan persentil ke-50 Tinggi Siku Berdiri (TSB), serta jangkauan tuas<br>operasional ditetapkan 60 cm berdasarkan persentil ke-5 Jangkauan Tangan Depan (JTD), sehingga<br>operator dapat bekerja dengan postur netral dan aman dari risiko Low Back Pain.</p>M Fikri KurniawanIman Nurjaman
Copyright (c)
2026-07-102026-07-101029610310.37817/ikraith-teknologi.v10i2.6998Analisis Repetitive Reject Komponen Pesawat pada Divisi Detail Part Manufacturing melalui Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) di PT. Dirgantara Indonesia
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7051
<p>Repetitive reject pada proses TIG Welding di Divisi Detail Part Manufacturing PT<br>Dirgantara Indonesia masih menjadi isu kualitas yang signifikan dan berpengaruh terhadap<br>keandalan komponen pesawat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi sumber<br>utama reject dan mengevaluasi tingkat risikonya melalui penerapan metode Failure Mode<br>and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Data periode 2020-2025<br>menunjukkan bahwa porosity merupakan jenis reject paling dominan. Analisis penyebab<br>melalui Fishbone Diagram mengindikasikan bahwa faktor lingkungan khususnya kondisi<br>suhu dan kelembaban yang tidak stabil memberikan kontribusi paling signifikan terhadap<br>munculnya reject porosity. Hasil FMEA menunjukkan beberapa mode kegagalan dengan<br>nilai RPN tinggi, terutama yang berkaitan dengan suhu dan kelembaban yang tidak<br>terkontrol pada area workcenter TIG Welding. Analisis FTA kemudian menegaskan bahwa<br>kondisi suhu dan kelembaban yang tidak stabil dan tidak terkelola merupakan akar<br>penyebab utamanya.</p>Raihan Nabil RidwanAli Subhan
Copyright (c)
2026-07-102026-07-1010210411110.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7051Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tepung Terigu Menggunakan Economic Order Quantity (Eoq) Dan Periodic Order Quantity (Poq) Di Roti Gembong Gembul Cianjur
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7052
<p>Pengelolaan stok bahan baku sangat penting bagi industri makanan yang memiliki masa<br>penyimpanan terbatas, misalnya tepung terigu. Roti Gembong Gembul Cianjur memiliki stok yang<br>berlebih sekitar 5% setiap bulan, yang menyebabkan kerugian hingga Rp3.421.440 per tahun.<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara mengelola persediaan tepung terigu dengan<br>membandingkan dua metode yaitu Economic Order Quantity (EOQ) dan Periodic Order Quantity<br>(POQ) menggunakan pendekatan studi kasus berupa analisis kuantitatif. Data dikumpulkan melalui<br>pengamatan, wawancara, dan berbagai data yang sudah ada selama jangka waktu satu tahun. Hasil<br>penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ memberikan jumlah pesanan yang optimal yaitu 314<br>kg dengan frekuensi pemesanan sekitar 19 hingga 20 kali setiap tahun. Metode ini juga berhasil<br>mengurangi total biaya persediaan sebesar 38%, sehingga biaya persediaan per tahun berkurang dari<br>Rp3.181.000 menjadi Rp1.958.643. Metode POQ yang optimal menghasilkan biaya yang sama<br>dengan metode EOQ. Oleh karena itu, metode EOQ dan POQ dianjurkan untuk meningkatkan<br>efisiensi dalam mengelola persediaan dan mengurangi pemborosan bahan baku.</p>Samsul HerdianaAnita Ilmaniati
Copyright (c)
2026-07-102026-07-1010211211610.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7052Analisis Efektivitas Mesin Mixer Produksi Roti Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (Oee) Untuk Meningkatkan Produktivitas
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7053
<p>Abstrak Mesin mixer merupakan salah satu mesin utama dalam proses produksi roti karena<br>berpengaruh terhadap kualitas adonan dan kelancaran produksi. Berdasarkan hasil observasi di PT<br>Roti Gembul Cabang Cianjur, penggunaan mesin mixer belum berjalan optimal akibat sering terjadi<br>downtime, waktu berhenti sementara, dan penurunan kecepatan operasi. Kondisi tersebut<br>menyebabkan waktu produksi tidak dimanfaatkan secara maksimal dan berdampak pada penurunan<br>produktivitas. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat efektivitas mesin mixer menggunakan<br>metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang terdiri dari availability, performance, dan<br>quality. Analisis Six Big Losses digunakan untuk mengidentifikasi penyebab utama kehilangan<br>efektivitas mesin. Hasil penelitian menunjukkan nilai availability berkisar 92%–94%, performance<br>8%–11%, dan quality di atas 97%. Nilai rata-rata OEE sebesar 8,46% masih jauh di bawah standar<br>ideal 85%. Kerugian terbesar berasal dari idling and minor stoppages yang mencapai lebih dari 80%.<br>Oleh karena itu diperlukan perbaikan sistem perawatan, peningkatan keterampilan operator, serta<br>pengendalian waktu produksi untuk meningkatkan efektivitas mesin.</p>Muhammad Rabi FadhillahBramantiyo Eko Putro
Copyright (c)
2026-07-102026-07-1010211712210.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7053Analisis Pengendalian Kualitas Produk Abon Menggunakan Metode Six Sigma Di CV. Abon Karwati Dengan Tahapan DMAIC
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7054
<p>Kualitas produk menjadi faktor penting dalam industri pangan karena berpengaruh<br>langsung terhadap kepuasan konsumen dan keberlangsungan usaha. CV. Abon Karwati<br>sebagai produsen abon ayam masih menghadapi permasalahan kualitas berupa tingginya<br>tingkat produk cacat, seperti warna kurang menarik, daging menggumpal, dan rasa tidak<br>konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat dominan,<br>menganalisis penyebab terjadinya kecacatan, serta memberikan usulan perbaikan kualitas<br>produk abon menggunakan metode Six Sigma dengan tahapan DMAIC (Define, Measure,<br>Analyze, Improve, dan Control). Data diperoleh melalui observasi, wawancara,<br>dokumentasi, dan pencatatan menggunakan check sheet selama periode pengamatan 15<br>September–12 Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat daging<br>menggumpal merupakan cacat dominan dengan persentase sebesar 43,37%, diikuti oleh<br>rasa tidak konsisten sebesar 30,61% dan warna kurang menarik sebesar 26,02%. Analisis<br>menggunakan diagram Pareto dan fishbone menunjukkan bahwa penyebab utama<br>kecacatan berasal dari faktor metode kerja dan pengendalian proses yang belum optimal.<br>Usulan perbaikan dirumuskan menggunakan metode 5W+1H sebagai upaya untuk<br>menurunkan tingkat kecacatan dan meningkatkan kualitas produk secara berkelanjutan.</p>Ujang NurjamanWidy Setyawan
Copyright (c)
2026-07-102026-07-1010212313510.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7054Analisis Postur Kerja Dan Risiko Musculoskeletal Disorders (MsDS) Menggunakan Metode Quick Exposure Check (QEC) Di CV. Abon Karwati
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7056
<p>Aktivitas kerja manual yang dilakukan secara berulang dengan postur kerja yang tidak ergonomis<br>berpotensi menimbulkan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja. CV. Abon<br>Karwati, sebagai perusahaan pengolahan pangan, masih memiliki proses kerja manual, khususnya<br>pada bagian pengepakan, yang diduga memiliki risiko ergonomi tinggi akibat posisi kerja<br>membungkuk dan gerakan berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat risiko ergonomi<br>aktivitas kerja yang berpotensi menyebabkan MSDs, mengidentifikasi aktivitas kerja dengan risiko<br>postur tertinggi, serta memberikan rekomendasi perbaikan postur kerja di CV. Abon Karwati.<br>Metode yang digunakan adalah Quick Exposure Check (QEC) menurut Li dan Buckle (1999),<br>dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung dan wawancara menggunakan<br>kuesioner QEC. Penilaian dilakukan pada tiga bagian kerja, yaitu pengepakan, penggorengan, dan<br>pemasangan label. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh bagian kerja termasuk dalam<br>kategori risiko ergonomi tinggi (Action Level 3). Nilai exposure level tertinggi terdapat pada bagian<br>pengepakan sebesar 75,93%, diikuti bagian penggorengan sebesar 57,95% dan pemasangan label<br>sebesar 54,32%. Bagian tubuh yang paling berisiko mengalami MSDs adalah punggung dan<br>pergelangan tangan, yang dipengaruhi oleh postur kerja membungkuk dan aktivitas kerja berulang.<br>Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan perbaikan kondisi kerja secara ergonomis, terutama pada<br>stasiun pengepakan, melalui penyediaan meja dan kursi kerja yang sesuai antropometri, penerapan<br>rotasi pekerjaan, serta edukasi. Pada stasiun penggorengan disarankan penggunaan peralatan dengan<br>desain ergonomis dan alas anti-lelah, sedangkan pada pemasangan label diterapkan variasi posisi<br>duduk-berdiri serta waktu istirahat mikro untuk menuurusnkan risiko MSDs dan meningkatkan<br>kenyamanan serta produktivitas kerja.</p>Sheril Lintang CahayaIman NurjamanIsma Masrofah
Copyright (c)
2026-07-102026-07-1010213614610.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7056Perancangan Alat Bantu Kerja Ergonomis untuk Meminimalisir Beban Kerja Fisik pada Proses Panen Tomat Cherry Menggunakan Metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Nordic Body Map (NBM) Di Greenhouse PT Agricole Indonesia Makmur
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7057
<p>PT. Agricole Indonesia Makmur (AIM) merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 2015 oleh<br>Bapak Hariyadi Suprapto. Perusahaan ini bergerak di bidang produksi tanaman hortikultura dan<br>buah-buahan. Salah satu produk yang diproduksi yaitu tomat cherry yang ditanam dengan sistem<br>hidroponik di greenhouse. Pada saat proses panen tomat cherry secara manual di PT Agricole<br>Indonesia Makmur selama 6-7 jam menyebabkan masalah ergonomi signifikan akibat gerakan<br>repetitif dalam postur membungkuk dan jongkok berkepanjangan. Penelitian ini mengidentifikasi<br>tingkat risiko ergonomi dan keluhan muskuloskeletal menggunakan kuesioner Nordic Body Map<br>(NBM) pada 8 operator serta metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk evaluasi postur<br>tubuh bagian atas. Hasil menunjukkan keluhan nyeri pada leher, bahu, lengan, dan pinggang dengan<br>skor RULA mencapai 7 (risiko sangat tinggi). Berdasarkan data antropometri (P5, P50, P95),<br>diusulkan rancangan alat bantu kerja ergonomis untuk meminimalisir beban fisik, meminimalkan<br>Musculoskeletal Disorders (MSDs), dan meningkatkan produktivitas panen.</p>Fadhila Alawiyah ZulfaH. Widy SetyawanH. Ali Subhan
Copyright (c)
2026-07-102026-07-1010214715810.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7057Perbaikan Layout Tempat Produksi Untuk Meningkatkan Efisiensi Kerja Menggunakan Activity Relationship Chart(Arc), Dan Blocplan Di CV. Abon Karwati
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7059
<p>Tata letak fasilitas produksi berpengaruh terhadap efisiensi alur kerja pada industri pengolahan<br>pangan. CV. Abon Karwati memiliki permasalahan tata letak berupa alur perpindahan material<br>yang tidak teratur, pergerakan bolak-balik, dan pemanfaatan ruang yang kurang optimal.<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata letak eksisting dan merancang tata letak usulan<br>menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) dan Block Layout Overview with<br>Computerized Planning (BLOCPLAN). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan<br>pengukuran jarak perpindahan material. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan<br>software BLOCPLAN-90, diperoleh 20 alternatif layout yang kemudian dievaluasi menggunakan<br>nilai Adjacency Score (Adj-score) berdasarkan hubungan aktivitas pada Activity Relationship<br>Chart (ARC). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa layout alternatif nomor 6 memiliki nilai Adjscore<br>tertinggi sebesar 0,83, yang menandakan tingkat kesesuaian kedekatan antar stasiun kerja<br>paling baik.</p>Dita Sawitri FebriantiH.Widy SetyawanH. Ali Subhan
Copyright (c)
2026-07-102026-07-1010215917010.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7059Analisis Sistem Antrean Pasien Poli Gigi Dengan Simulasi Kejadian Diskrit Menggunakan Software Arena 16.0 Di UPTD Puskesmas Rawat Inap Ciranjang
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7063
<p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan antrean pada Poli Gigi UPTD Puskesmas Rawat<br>Inap Ciranjang, di mana pasien mengalami waktu tunggu yang cukup lama terutama pada jam sibuk.<br>Hal ini disebabkan oleh tingginya volume kedatangan pasien yang tidak seimbang dengan<br>ketersediaan jumlah staf dan fasilitas medis yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk<br>menganalisis efektivitas sistem antrean saat ini dan memberikan rekomendasi perbaikan guna<br>mempercepat proses pelayanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif<br>dengan simulasi Kejadian Diskrit (Discrete Event Simulation). Pemodelan dan simulasi sistem<br>dilakukan menggunakan perangkat lunak Software Arena 16.0. Data primer yang dikumpulkan<br>meliputi pola waktu kedatangan pasien, durasi pelayanan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa ratarata<br>waktu tunggu pasien saat ini telah melampaui batas toleransi yang ditetapkan, yaitu mencapai 16<br>menit per pasien. Meskipun model simulasi telah diuji dan dinyatakan valid, tingginya beban kerja<br>petugas pendaftaran menyebabkan sistem rentan terhadap penumpukan antrean. Oleh karena itu,<br>diperlukan perbaikan atau saran sistem melalui penambahan dokter gigi untuk mempercepat durasi<br>pelayanna di ruang tindakan, penambahan staf administrasi pada jam sibuk guna mendistribusikan<br>beban kerja pendaftaran, dan pemasangan layar monitor antrean untuk memberikan estimasi waktu<br>tinggi serta meningkatkan kelancaran alur panggilan pasien</p>Zulfa JauharunnajahIman Nurjaman
Copyright (c)
2026-07-102026-07-1010217117910.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7063Analisis Ketidaksinkronan Data Traceability Pada Produksi Kulit Melalui Metode FTA dan FMEA Di CV Cisarua
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7064
<p>Penelitian ini menganalisis ketidaksinkronan data traceability pada proses finishing leather di CV<br>Cisarua, mulai dari tahap crust hingga finished leather. Masalah utama tidak terletak pada tingkat<br>produk reject yang masih berada pada kisaran ±7%, melainkan pada rata-rata ketidaksinkronan data<br>sebesar 47% yang dihitung berdasarkan perbandingan data tanpa keterangan terhadap total reject<br>dan tanpa keterangan pada setiap kode atau lot. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus<br>dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta telaah dokumen produksi<br>dan laporan Quality Control. Fault Tree Analysis digunakan untuk memetakan hubungan sebabakibat,<br>sedangkan Failure Mode and Effect Analysis digunakan untuk menentukan prioritas risiko<br>berdasarkan nilai Severity, Occurrence, Detection, dan Risk Priority Number. Hasil penelitian<br>menunjukkan bahwa ketidaksinkronan data disebabkan oleh pencatatan manual melalui kartu estafet<br>dan hardfile Excel, keterlambatan pembaruan data antarproses, ketidakkonsistenan pengisian<br>keterangan QC, penanganan produk reject yang belum tertata, serta risiko kehilangan produk pada<br>proses pemindahan. Nilai RPN tertinggi sebesar 336 terdapat pada keterlambatan reposisi data<br>akibat penggunaan hardfile Excel. Perbaikan direkomendasikan melalui integrasi ERP, pembaruan<br>status real-time, standardisasi label dan format keterangan, serta penguatan SOP dan pelatihan<br>operator.</p>Johar Aji ZakariaBramantiyo Eko Putro
Copyright (c)
2026-07-102026-07-10102180187PENERAPAN METODE 5S (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE) UNTUK PERBAIKAN LINGKUNGAN KERJA PADA PROSES PRODUKSI DI CV ABON KARWATI
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7065
<p>Lingkungan kerja di CV Abon Karwati yang belum tertata dengan baik menimbulkan<br>berbagai permasalahan dalam proses produksi, seperti penataan peralatan yang kurang terorganisir<br>dan kebersihan area kerja yang belum terjaga secara konsisten. Kondisi ini menyebabkan pekerja<br>mengalami kesulitan dalam menemukan peralatan yang dibutuhkan, sehingga alur produksi menjadi<br>terhambat dan kenyamanan kerja menurun. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi<br>lingkungan kerja melalui penerapan metode 5S yang meliputi Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan<br>Shitsuke. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan studi literatur.<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode 5S mampu meningkatkan kerapian,<br>kebersihan, dan keteraturan area produksi. Dengan penerapan 5S yang dilakukan secara konsisten,<br>lingkungan kerja menjadi lebih efisien, aman, dan mendukung peningkatan produktivitas karyawan<br>di CV Abon Karwati.</p>Romi Maulana SAli Subhan
Copyright (c)
2026-07-102026-07-10102188192Analisis Sistem Pergudangan Bahan Baku Tembakau dengan Penerapan Prinsip First in First Out (FIFO) dan First Expired First Out (FEFO) di CV.Rubby Baco
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7066
<p>Pengelolaan gudang bahan baku temabakau berperan penting dalam menjaga kualitas bahan<br>baku sebelum digunakan dalam proses produksi. CV. Rubby Bacco masih menghadapi<br>permasalahan pada sistem pergudangan eksisting, khususnya pengendalian rotasi bahan baku yang<br>belum optimal, pencatatan persediaan yang masih manual, serta belum adanya penandaan visual<br>untuk mendukung penerapan prinsip First In First Out (FIFO) dan First Expired First Out (FEFO).<br>Kondisi tersebut berkontribusi terhadap tingkat bahan baku reject yang rata-rata mencapai 7% per<br>tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis alur pergudangan bahan baku tembakau dan menyusun<br>usulan perbaikan melalui penerapan FIFO dan FEFO. Metode yang digunakan adalah deskriptif<br>kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, serta pengukuran suhu dan kelembapan gudang.<br>Hasil pengukuran menunjukkan bahwa rata-rata suhu gudang berada pada 26°C dengan kelembapan<br>rata-rata 72%, yang berada di atas standar ideal penyimpanan tembakau. Penelitian ini mengusulkan<br>perbaikan berupa sistem color tagging berdasarkan urutan kedatangan dan masa simpan bahan baku,<br>penataan penyimpanan terstruktur berbasis palet dan rak, serta monitoring suhu dan kelembapan<br>menggunakan thermo-hygrometer digital secara rutin guna meminimalkan risiko penurunan mutu<br>tembakau selama penyimpanan.</p>Mochammad FahmiAnita Ilmaniati
Copyright (c)
2026-07-102026-07-1010219320210.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7066Analisis Hasil Audit Food Safety System Certification (FSSC) 22000 Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis Dan Fault Tree Analysis
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7067
<p>Keamanan pangan merupakan aspek kritis dalam industri pangan yang memerlukan<br>sistem pengendalian terstruktur untuk mencegah potensi bahaya. PT XYZ sebagai<br>perusahaan pengolah gula rafinasi telah menerapkan FSSC 22000, namun masih ditemukan<br>ketidaksesuaian pada hasil audit internal yang dapat menimbulkan risiko apabila tidak<br>dikendalikan dengan tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis temuan audit FSSC 22000<br>menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis<br>(FTA) untuk menentukan prioritas pengendalian serta mengidentifikasi akar penyebab.<br>Data diperoleh dari audit internal pada aspek TACCP (Vulnerability Assessment Critical<br>Control Point) berfokus pada pencegahan ancaman yang disengaja dan VACCP (Threat<br>Assessment Critical Control Point) mencegah kemungkinan terjadinya kecurangan pangan.<br>Metode FMEA digunakan untuk menghitung Risk Priority Number (RPN) berdasarkan<br>parameter Severity, Occurrence, dan Detection, sedangkan FTA menelusuri akar penyebab<br>temuan prioritas. Hasil analisis menunjukkan temuan dengan nilai RPN tertinggi (280) dan<br>kategori kritis terdapat pada area Bagging Line dengan potensi ancaman operator bekerja<br>sendirian yang memungkinkan kontaminasi disengaja. Analisis FTA mengidentifikasi tiga<br>faktor utama yaitu buddy check tidak konsisten, pengawasan supervisor tidak efektif, dan<br>rendahnya awareness operator terhadap food defense. Rekomendasi perbaikan meliputi<br>penguatan Buddy System, pembuatan checklist verifikasi, peningkatan pengawasan<br>supervisor, serta pemerataan pelatihan food defense. Penelitian ini membantu perusahaan<br>menetapkan prioritas perbaikan berbasis risiko dan mencegah terulangnya temuan audit</p>Fito GunawanIsma Masrofah
Copyright (c)
2026-07-102026-07-1010220321410.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7067ANALISIS PENGENDALIAN RISIKO K3 PADA LINGKUNGAN KERJA MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI CV. RUBBY BACCO
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7068
<p>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berperan penting dalam menjaga kesehatan tenaga kerja dan<br>keberlangsungan proses produksi, khususnya pada industri pengolahan tembakau seperti CV Rubby Bacco yang<br>memiliki potensi bahaya dari aktivitas manual, penggunaan mesin, paparan panas, dan bahan kimia perasa.<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya serta menganalisis tingkat risiko K3 pada setiap<br>tahapan proses produksi menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode penelitian<br>dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis data kecelakaan kerja internal perusahaan tahun<br>2025, dengan penilaian risiko berdasarkan parameter severity, occurrence, dan detection yang menghasilkan nilai<br>Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 potensi bahaya pada empat stasiun kerja,<br>dengan dominasi bahaya ergonomi akibat postur kerja tidak ergonomis dan aktivitas manual berulang.<br>Berdasarkan nilai RPN, dua risiko berkategori tinggi ditemukan pada stasiun penggilingan dan pengeringan,<br>sehingga diperlukan pengendalian risiko melalui penggunaan alat pelindung diri, pemasangan pengaman mesin,<br>dan perbaikan fasilitas kerja ergonomis guna menurunkan tingkat kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan<br>kerja yang aman dan sehat.</p>Risman HakimIsma Masrofah
Copyright (c)
2026-07-102026-07-1010221522210.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7068Analisis Tata Letak Gudang Di Pt Agricole Indonesia Makmur Menggunakan Activity Relationship Chart Dan Blocplan-90
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7069
<p>Gudang penyimpanan peralatan dan pupuk pertanian di PT Agricole Indonesia Makmur<br>memiliki permasalahan tata letak yang belum tertata secara optimal, ditandai dengan<br>penempatan barang yang tidak terkelompok berdasarkan jenis, fungsi, dan frekuensi<br>penggunaan. Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya jarak dan waktu perpindahan<br>barang sehingga menurunkan efisiensi kerja. Pada tata letak awal, total waktu perpindahan<br>barang tercatat sebesar 102,5 menit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang tata letak<br>gudang yang lebih efektif dan efisien menggunakan metode Perancangan Tata Letak<br>Fasilitas (PTLF). Data diperoleh melalui observasi langsung, pengukuran dimensi barang,<br>dan wawancara dengan staf gudang, kemudian dianalisis menggunakan Activity<br>Relationship Chart (ARC) dan dikembangkan dengan perangkat lunak BLOCPLAN-90<br>berdasarkan kriteria nilai Adj-score dan R-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata<br>letak usulan mampu menurunkan total waktu perpindahan barang menjadi 69,1 menit atau<br>mengalami penurunan sebesar 32,6%, sehingga meningkatkan efisiensi operasional gudang<br>secara signifikan.</p>Viral IskandarBramantiyo Eko Putro
Copyright (c)
2026-07-102026-07-1010222322810.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7069ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK ALAT KESEHATAN MENGGUNAKAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (P-CHART) DAN DIAGRAM SEBAB - AKIBAT PADA CV SEJAHTERA ABADI BERSAMA
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7070
<p>CV. Sejahtera Abadi Bersama merupakan perusahaan manufaktur alat kesehatan yang masih<br>menghadapi permasalahan kecacatan produk dengan persentase antara 5% - 16% pada periode<br>Januari - Maret 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecacatan produk<br>menggunakan metode Statistical Process Control (SPC) dengan peta kendali p (p-chart),<br>mengidentifikasi faktor penyebab kecacatan melalui diagram sebab - akibat (fishbone), serta<br>memberikan usulan perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses produksi belum<br>sepenuhnya berada dalam kondisi terkendali secara statistik. Proses produksi alat kesehatan di<br>CV SAB secara umum berada dalam batas kendali, namun produk lemari obat (p = 0,127)<br>berada di atas UCL dan keranjang bayi (p = 0,079) di bawah LCL sehingga mengindikasikan<br>adanya penyebab khusus pada kedua produk tersebut.Jenis cacat dominan adalah pengecatan<br>tidak rata (34 kejadian) diikuti pengeboran tidak rapi dan pengelasan tidak rapi, dengan faktor<br>penyebab utama berasal dari Mesin (alat cat manual, umur mesin), Metode (pengaturan mesin<br>kurang sesuai), Man (operator kurang fokus, lupa mengatur alat), dan Lingkungan (bising, suhu<br>panas). Faktor penyebab utama kecacatan berasal dari aspek mesin, metode kerja, tenaga kerja,<br>dan lingkungan. Usulan perbaikan meliputi penggantian mesin yang sudah tidak optimal,<br>perbaikan metode kerja, serta peningkatan pengawasan dan kondisi lingkungan kerja</p>Fikri Ramdhan Gunawan
Copyright (c)
2026-07-102026-07-1010222924210.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7070Perencanaan Penjadwalan Perawatan Pada Mesin Oven Dengan Menggunakan Metode Preventive Maintenance dan Predictive Maintenance di CV.Rubby Bacco
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7071
<p>Keandalan mesin merupakan faktor penting dalam menjaga kelancaran proses produksi, khususnya<br>di CV.Rubby Bacco sebagai perusahaan pengolahan tembakau yang bergantung pada kinerja mesin<br>oven. Pada bulan agustus 2025 terjadi 6 kali kerusakan pada beberapa komponennya yang<br>menyebabkan downtime selama 6 jam dan berkurangnya hasil produksi sebanyak 360 kg. Penelitian<br>ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerusakan oven serta menyusun penjadwalan perawatan<br>dengan metode preventive maintenance dan predictive maintenance. Hasil analisis menunjukan<br>kerusakan oven disebabkan tidak dilakukannya perawatan pada oven,nilai Mean Time Between<br>Failure (MTBF) sebesar 34,7 jam dan Mean Time To Repair (MTTR) sebesar 1,0 jam, sehingga<br>interval preventive maintenance ditetapkan 1 kali per minggu. Estimasi biaya perawatan preventive<br>maintenance sebesar Rp.105.400 rupiah per bulan, lebih rendah dibandingkan biaya perbaikan<br>(repair) Rp.575.000 rupiah dan potensi kerugian sebesar Rp. 37.965.600 rupiah. Penerapan<br>preventive dan predictive maintenance lebih efektif menurunkan risiko kerusakan,mengurangi<br>downtime dan meningkatkan keandalan mesin oven produksi di CV.Rubby Bacco</p>Muhammad Yusup JuliansyahAnita Ilmaniati
Copyright (c)
2026-07-102026-07-1010224325110.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7071Penerapan Metode Six Sigma (DMAIC) dan FMEA dalam Mengidentifikasi dan Meminimalkan Produk Reject Tomat Beef pada Proses Budidaya Hidroponik
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7072
<p>PT. Agricole Indonesia Makmur adalah perusahaan yang bergerak di sektor hortikultura, khususnya dalam<br>budidaya tomat beef secara hidroponik di dalam greenhouse, dengan tingkat produk tidak layak mencapai<br>10%. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan yang paling banyak terjadi, menelusuri<br>akar permasalahannya, serta menyusun rekomendasi perbaikan melalui pendekatan Six Sigma (DMAIC)<br>yang dikombinasikan dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data dikumpulkan melalui<br>observasi langsung, wawancara, serta pencatatan data produksi selama Oktober 2025. Temuan<br>menunjukkan bahwa kerusakan akibat bercak gosong karena paparan sinar matahari (sunscald)<br>mendominasi sebesar 40% dari total kerusakan, dengan rata-rata DPMO 25.066 dan level sigma 3,46.<br>Analisis menggunakan diagram Pareto, fishbone, dan FMEA mengkonfirmasi paparan sinar matahari<br>langsung dalam durasi panjang sebagai faktor utama, dengan nilai RPN tertinggi mencapai 490.<br>Rekomendasi perbaikan mencakup instalasi shading net, penggunaan sensor IoT untuk pemantauan suhu,<br>serta peningkatan manajemen ventilasi, yang diperkuat oleh implementasi SOP, check sheet, dan P-Chart<br>guna memastikan keberlanjutan perbaikan</p>Safrie SyamsoeddinAnita Ilmaniati
Copyright (c)
2026-07-102026-07-1010225226010.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7072Pengaruh Jarak Outlet Ventilasi Udara Terhadap Gas Metan Pada Tunnel Tambang Bawah Tanah
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7149
<p>Underground coal mining operations require an air supply to mitigate air pollution within the mining area, thereby ensuring the safety and comfort of the workforce. An appropriate ventilation network is essential to distribute air to the areas where it is needed. This study evaluates airflow methods for ventilation and tunnels to determine the most suitable approach for airflow distribution. Testing and analysis of the k-ε, k-ω, and Reynolds Stress models revealed that the k-ε method was the most appropriate. Additionally, the study examines the influence of the distance between the ventilation outlet and the underground mine tunnel wall.</p>Bonar Sari Monang NaibahoEfa Octavia JawakM. Eka OnwardanaHarlen SihotangSwingly Purba
Copyright (c) 2026 IKRA-ITH Teknologi Jurnal Sains dan Teknologi
2026-07-162026-07-1610226126510.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7149Rancang Bangun Dashboard Visualisasi Cashflow UMKM Berbasis Web dengan Chart.js (Studi Kasus: Homemade by Hanin)
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7161
<p>Homemade by Hanin is a micro, small, and medium enterprise (MSME) in the dessert sector that still records its finances manually, making it prone to errors, difficult to recapitulate systematically, and unable to monitor cash flow comprehensively. This research designs and builds a web-based financial recording system and implements Chart.js in a cashflow visualization dashboard so that financial information is presented interactively and is easy to understand. The system was developed using the Software Development Life Cycle (SDLC) Waterfall model, with ReactJS as the frontend and MongoDB as the database. Black-box testing shows all test scenarios obtained an “Accepted” status, while beta testing with five respondents obtained a score of 132 out of an ideal 150, or 88%, categorized as “Strongly Agree.” The Chart.js-based MSME cashflow dashboard is thus proven able to replace manual recording, improve financial management efficiency, and help owners make faster, more accurate, data-driven decisions.</p>Ari RizwanCarudin CarudinDidi Juardi
Copyright (c) 2026 IKRA-ITH Teknologi Jurnal Sains dan Teknologi
2026-07-172026-07-1710226627410.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7161Integrasi Progressive Web App Dengan Payment Gateway Midtrans Pada Website E-Commerce Umkm (Studi Kasus: Butik Busana Fashion)
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7201
<p class="p1"><em>Butik Busana Fashion currently relies on marketplaces such as Shopee and Tokopedia as its primary sales channels.</em></p> <p class="p1"><em>While this approach expands customer reach, it faces significant margin compression due to rising commission and</em></p> <p class="p1"><em>service fees, with platform deductions ranging from 4.25% to 10% on Tokopedia and up to 10% on Shopee.</em></p> <p class="p1"><em>Concurrently, the boutique's existing website remains underutilized; functioning merely as an inactive, static catalog</em></p> <p class="p1"><em>without transactional capabilities, it fails to serve as an independent sales channel. This study aims to develop a</em></p> <p class="p1"><em>website-based e-commerce system for the MSME Butik Busana Fashion, integrated with the Midtrans payment</em></p> <p class="p1"><em>gateway and utilizing Progressive Web App (PWA) technology to enhance the user experience. The system, previously</em></p> <p class="p1"><em>a static catalog, has been transformed into a fully transactional platform featuring product management, shopping</em></p> <p class="p1"><em>cart, checkout, and automated payment processing. The system development employs the Agile Scrum methodology,</em></p> <p class="p1"><em>encompassing product backlog, sprint planning, sprint execution, sprint review, and sprint retrospective phases. The</em></p> <p class="p1"><em>Midtrans integration facilitates payments via multiple methods, including virtual accounts, QRIS, and e-wallets,</em></p> <p class="p1"><em>supported by an automated transaction status notification system via webhooks. Meanwhile, the implementation of</em></p> <p class="p1"><em>PWA enables push notification capabilities to deliver payment reminders to users. Implementation results demonstrate</em></p> <p class="p1"><em>that the integration of Midtrans and PWA successfully addresses the need for seamless on-site payments and real-time</em></p> <p class="p1"><em>payment reminder notifications. Lighthouse testing yielded scores of 93 for Performance, 96 for Accessibility, 92 for</em></p> <p class="p1"><em>Best Practices, and 100 for SEO. This indicates that the Midtrans and PWA integration significantly enhances</em></p> <p class="p1"><em>accessibility, information delivery speed, and the overall user experience. Furthermore, functional testing using the</em></p> <p class="p1"><em>Black Box method across 37 test scenarios in 15 modules achieved a 100% success rate, confirming that all functional</em></p> <p class="p1"><em>requirements of the system have been fully met.</em></p>Afridho IkhsanOman KomarudinCarudin Carudin
Copyright (c) 2026 IKRA-ITH Teknologi Jurnal Sains dan Teknologi
2026-07-202026-07-2010227528010.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7201Implementasi Algoritma Euclidean Distance Dalam Klasifikasi Desa Pesisir Indonesia
https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/view/7219
<p>Penelitian ini mengimplementasikan algoritma Euclidean Distance untuk mengklasifikasikan desa pesisir Indonesia berdasarkan kedekatan spasialnya terhadap batas Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPPNRI). Klasifikasi desa pesisir selama ini umumnya bergantung pada batas administratif, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakkonsistenan dalam pemetaan wilayah maritim. Penelitian ini menawarkan pendekatan kuantitatif berbasis koordinat dengan mengukur jarak terpendek antara titik lokasi desa dan batas laut menggunakan Euclidean Distance. Desa yang memiliki jarak ≤ 5 km dari WPPNRI atau berada di dalam poligon laut administratif dikategorikan sebagai desa pesisir. Metode ini diterapkan pada lebih dari 80.000 desa di Indonesia yang mencakup wilayah daratan hingga pulau-pulau kecil. Hasil penelitian menunjukkan pemisahan yang jelas antara desa pesisir dan non-pesisir serta mampu menangkap pola geografis desa pesisir secara lebih objektif dan konsisten. Pendekatan ini memperkuat pentingnya analisis spasial dalam mendukung perencanaan pembangunan wilayah, mitigasi bencana pesisir, serta kebijakan kelautan yang berbasis pada data. Temuan ini memberikan kontribusi berupa dataset spasial desa pesisir nasional yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem informasi geografis dan digunakan oleh berbagai pemangku kepentingan.</p>Gudang GunawanSusilawati SusilawatiIrfan Sriyono Putro
Copyright (c)
2026-07-212026-07-2110228128710.37817/ikraith-teknologi.v10i2.7219