MANAJEMEN KRISIS HUMAS BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA DALAM MEMPERTAHANKAN CITRA PERUSAHAAN

(STUDI KASUS PERINGATAN DINI TSUNAMI PALU DAN TSUNAMI BANTEN TAHUN 2018)

  • Siti Maryam Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Arsandra Pinky Pangestu Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Abstrak

Gempa bumi yang menyebabkan Tsunami di Palu dan Banten menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa. Peringatan dini Tsunami Palu yang dianggap terlalu cepat diakhiri dan  tsunami Banten dianggap gelombang tinggi menyebabkan kekecewaan masyarakat pada kinerja BMKG yang dianggap kurang professional, dan hal ini menimbulkan krisis di BMKG.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen krisis peringatan dini tsunami Palu dan tsunami Banten tahun 2018 yang dilakukan BMKG dalam mempertahankan citra perusahaan. Metode yang digunakan kualitatif pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dokumentasi dan literatur. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman, terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian manajemen krisis humas BMKG melakukan tahaptahap manajemen krisis sesuai dengan model Steven Fink yaitu melalui Tahap Prodomal yaitu tanda atau prediksi sebelum adanya krisis, Tahap Akut yaitu tahap krisis mulai muncul, Tahap Kronik yaitu tahap humas BMKG melakukan upaya manajemen krisis untuk mempertahankna citra dan Tahap Resolusi atau Penyembuhan yaitu tahap BMKG melakukan refleksi dan evaluasi pada lembaga.

Diterbitkan
2021-08-01