Pengurangan Limbah Tekstil melalui Edukasi Mode Berkelanjutan dan Program Berbagi Sandang Layak Pakai
Abstract
Permasalahan limbah tekstil dan konsumsi pakaian berlebihan merupakan isu lingkungan yang semakin mendapat perhatian karena berkontribusi terhadap peningkatan timbulan sampah serta penggunaan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan. Perkembangan tren fesyen yang cepat mendorong masyarakat untuk membeli pakaian secara berulang, sementara pakaian yang masih layak pakai sering kali tidak dimanfaatkan kembali. Rendahnya kesadaran mengenai konsumsi sandang yang bertanggung jawab turut meningkatkan potensi limbah tekstil yang berdampak pada lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai konsep mode berkelanjutan (sustainable fashion) serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui Program Berbagi Sandang Layak Pakai. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sosialisasi mengenai dampak lingkungan dari limbah tekstil, prinsip mode berkelanjutan, konsumsi pakaian yang bijak, serta praktik penggunaan kembali (reuse) pakaian layak pakai. Selain edukasi, kegiatan ini mencakup pengumpulan, penyortiran, pengemasan, dan penyaluran pakaian layak pakai kepada mahasiswa yang membutuhkan. Kegiatan ini memanfaatkan momentum bulan Ramadhan sebagai sarana untuk memperkuat nilai empati, solidaritas, dan kepedulian sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya memperpanjang usia pakai produk pakaian melalui praktik penggunaan kembali dan donasi pakaian yang masih layak pakai. Edukasi ini dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial sekaligus mengurangi potensi limbah tekstil. Integrasi edukasi mode berkelanjutan dan kegiatan berbagi sandang layak pakai dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam menanamkan nilai keberlanjutan serta mendukung implementasi SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 13 (Climate Action).

