Integrasi Edukasi Limbah Makanan dan Berbagi Takjil dalam Mewujudkan Kampus Berkelanjutan

  • Dian Neli Pratiwi Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan
  • Nurul Mawaddah Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan
  • Novi Kartika Sari Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan
  • Alfian Zurfi Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan
  • Raden Putra Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan
  • Nabila Putriyandri Alifa Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan
  • Bambang Prasetio Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan
  • Moehammad Budhicahyanto Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan
  • Indah Yusliga Sari Purba Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan
  • Wanda Gustina Utami Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan
  • Desi Puspita Sari Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan
  • Andika Munandar Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan
  • Ahmad Daudsyah Imami Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan
  • Tastaptyani Kurnia Nufutomo Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan
Keywords: berbagi takjil, edukasi lingkungan, limbah makanan, perilaku konsumsi berkelanjutan

Abstract

Limbah makanan merupakan salah satu permasalahan lingkungan global yang berkontribusi terhadap peningkatan timbulan sampah organik dan emisi gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim. Upaya pengurangan limbah makananmemerlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku melalui kegiatan edukasi. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku konsumsi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan melalui berbagai kegiatan edukatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang dampak limbah makanan serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi takjil di lingkungan kampus. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan dan edukasi terhadap konsep, dampak lingkungan, serta strategi pengurangan limbah makanan. Edukasi disampaikan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif,  evaluasi (pre-test dan post-test) dan praktik penerapan perilaku konsumsi pangan yang bijaksana dan berkelanjutan. Kegiatan dilanjutkan dengan aksi berbagi takjil kepada mahasiswa sebagai implementasi dalam minimalisasi limbah makanan serta penerapan nilai kepedulian. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan sebagai bentuk kolaborasi dalam penguatan literasi lingkungan dan nilai-nilai sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya pengurangan limbah makanan, pemahaman terhadap dampak lingkungan akibat pemborosan makananserta penerapan prinsip konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan berbagi takjil dapat meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam aktivitas sosial dan memperkuat interaksi antara dosen dan mahasiswa dalam suasana yang edukatif, kolaboratif, dan inklusif. Integrasi edukasi lingkungan dan kegiatan sosial keagamaan dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam menanamkan nilai keberlanjutan serta mendorong terbentuknya budaya kampus yang peduli terhadap pengurangan limbah makanan dan pembangunan berkelanjutan.

Published
2026-07-21
How to Cite
Pratiwi, D. N., Mawaddah, N., Sari, N. K., Alfian Zurfi, Putra, R., Alifa, N. P., Prasetio, B., Budhicahyanto, M., Purba, I. Y. S., Utami, W. G., Sari, D. P., Munandar, A., Imami, A. D., & Nufutomo, T. K. (2026). Integrasi Edukasi Limbah Makanan dan Berbagi Takjil dalam Mewujudkan Kampus Berkelanjutan. IKRA-ITH ABDIMAS, 10(1), 281-289. https://doi.org/10.37817/ikra-ithabdimas.v10i1.7204