EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI BIOMORDAN ALAMI DARI LOBA (Symplocos sp) DAN TARUM (Indigofera tinctoria L) SERTA APLIKASINYA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEWARNAAN KAIN TENUN
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi dan mengkarakterisasi biomordan alami dari
daun Loba (Symplocos sp.) dan Tarum (Indigofera tinctoria L.), serta mengevaluasi efektivitasnya
dalam meningkatkan kualitas pewarnaan kain tenun. Dua metode ekstraksi diterapkan, yaitu
maserasi dan sokletasi, menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
metode maserasi menghasilkan rendemen ekstrak lebih tinggi dibandingkan sokletasi, yaitu
12,99% untuk Loba dan 10,13% untuk Tarum. Uji fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak
mengandung tanin, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis
menunjukkan kadar tanin lebih tinggi pada Tarum, yaitu 16,39% (maserasi) dan 22,49%
(sokletasi), dibandingkan Loba yang memiliki kadar 7,50% (maserasi) dan 6,35% (sokletasi).
Aplikasi biomordan dilakukan menggunakan teknik pasca-mordanting pada tiga warna
benang (merah, biru, oranye). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak Loba menghasilkan intensitas
warna lebih cerah dan stabil dibandingkan Tarum. Pengukuran warna menggunakan colorimeter
WR-10 memperlihatkan nilai lightness, redness, dan yellowness yang cenderung lebih tinggi pada
benang yang dimordanting dengan Loba. Uji ketahanan luntur berdasarkan standar SNI ISO 105-
C06:2010 menunjukkan bahwa Loba memiliki ketahanan luntur lebih baik (nilai grey scale 4 untuk
merah dan biru, 3 untuk oranye) dibandingkan Tarum (nilai 3 untuk merah dan biru, 2 untuk
oranye). Meskipun Tarum mengandung tanin lebih tinggi, keberadaan Al₂O₃ pada Loba berperan
penting dalam membentuk ikatan kuat antara serat dan pewarna, sehingga meningkatkan intensitas
warna dan ketahanan luntur. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa Loba berpotensi sebagai
biomordan alami yang lebih efektif dibandingkan Tarum dalam aplikasi pewarnaan tenun, serta
memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan teknik pewarnaan ramah lingkungan yang
mendukung pelestarian budaya tenun Nusa Tenggara Timur.
Kata kunci: Symplocos, Indigofera tinctoria, biomordan, tanin, pewarna alami, tenun ikat,ketahanan warna, spektroskopi UV–Vis

