PEMANFAATAN ETNOBOTANI SEBAGAI OBAT TRADISIONAL, PANGAN, DAN PEWARNA ALAMI OLEH MASYARAKAT SEKITAR UPTD KPH ALOR (Studi Kasus : Desa Lawahing, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor)
Abstract
Indonesia merupakan negara megadiversitas yang memiliki potensi keanekaragaman
hayati baik flora maupun fauna. Masyarakat Desa Lawahing tidak terlepas dengan tradisi dalam
menjalankan kehidupan, dilihat dari cara mereka memanfaatkan tumbuhan untuk memenuhi
kebutuhan hidup dengan pengetahuan tradisional yang dimiliki. Pengetahuan mengenai
pemanfaatan tumbuhan ini perlu diidentifikasi agar terus ada dan dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat umum yang membutuhkan. Pengambilan data dilakukan menggunakan data primer
dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui tahap observasi, wawancara,
identifikasi tumbuhan, pengambilan titik koordinat, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan
menggunakan metode snowball sampling, yang penentuan sampel paling pertama adalah
dipilih responden pengunci. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan
metode statistik deskriptif pada penelitian kualitatif. Teridentifikasi 71 spesies tumbuhan dari
36 famili yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat tradisional, pangan dan pewarna alami.
Spesies terbanyak yang dimanfaatkan dari famili Zingiberaceae yang beranggota 7 spesies.
Bagian tumbuhan obat tradisional yang dominan adalah daun 44%, teknik pengolahan yang
paling sering digunakan yaitu direbus 20%. Bagian tumbuhan pangan yang dominan adalah
buah 55%, teknik pengolahan yang paling sering digunakan yaitu langsung dikonsumsi 33%,
bagian tumbuhan pewarna alami yang dominan adalah daun 43%, teknik pengolahan yang
paling sering dilakukan yaitu dicampurkan lalu ditumbuk 57%. Berdasarkan status konservasi
IUCN Red List diperoleh 4 kategori tumbuhan yang ditemukan yaitu LC 25 spesies, EN 1
spesies, NE 35 spesies, dan DD 10 spesies, sedangkan status konservasi berdasarkan Permen
LHK N0. 20 Tahun 2018, menyatakan semua spesies tumbuhan yang ditemukan di wilayah
Desa Lawahing adalah tergolong tidak dilindungi.
Kata kunci : Etnobotani, Tumbuhan obat tradisional, Tumbuhan pangan, Tumbuhan pewarna alami, Desa Lawahing

