Merawat Rumah Bersama: Tinjauan Ekoteologis Terhadap Alih Fungsi Hutan Menjadi Perkebunan Sawit Di Lae Gecih

  • Dedi Endra Tumangger Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
Keywords: Alih Fungsi Hutan, Perkebunan Kelapa Sawit, Ekoteologi, Merawat Rumah Bersama, Leonardo Boff, Laudato Si

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons masyarakat terhadap alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit serta menganalisis tanggung jawab iman Kristen dalam merawat rumah bersama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi hutan didorong oleh kebutuhan ekonomi karena sawit menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan, tetapi juga berdampak pada berkurangnya hutan, perubahan sumber air, longsor, pendangkalan sungai, banjir, serta terganggunya habitat dan keanekaragaman hayati. Dalam perspektif Leonardo Boff, kondisi tersebut memperlihatkan keterkaitan antara “tangisan bumi” dan “tangisan orang miskin”, sedangkan Laudato Si’ menekankan ekologi integral dan tanggung jawab bersama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa merawat rumah bersama membutuhkan perubahan cara pandang terhadap alam serta kerja sama gereja, pemerintah, dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Kata Kunci: Alih Fungsi Hutan, Perkebunan Kelapa Sawit, Ekoteologi, Merawat Rumah Bersama, Leonardo Boff, Laudato Si

Published
2026-07-02
How to Cite
Dedi Endra Tumangger. (2026). Merawat Rumah Bersama: Tinjauan Ekoteologis Terhadap Alih Fungsi Hutan Menjadi Perkebunan Sawit Di Lae Gecih. IKRA-ITH ABDIMAS, 10(2). Retrieved from https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/IKRAITH-ABDIMAS/article/view/7568