When Machines Speak: Rethinking Reference, Meaning, and Communication in the Age of Generative AI

  • Ivany Az Zahra Universitas Negeri Medan
  • Naurah putri Universitas Negeri Medan
  • Alya Sadida Universitas Negeri Medan
  • Rafif Zulfa Khairullah Universitas Negeri Medan
Keywords: Generative Artificial Intelligence, Filsafat Bahasa, Makna, Acuan, Komunikasi, Interaksi Manusia–AI, Meaning as Use

Abstract

Generative artificial intelligence (AI) telah terintegrasi secara masif dalam praktik komunikasi, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari, yang tidak hanya membawa perubahan teknologi tetapi juga menimbulkan pertanyaan fundamental dalam filsafat bahasa mengenai makna, acuan (reference), pemahaman, dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pengguna mengalami dan menginterpretasikan interaksi dengan AI generatif, khususnya dalam menilai apakah luaran yang dihasilkan AI dipersepsikan memiliki makna, daya acak, dan nilai komunikatif. Menggunakan pendekatan kualitatif interpretif dengan perspektif fenomenologis, penelitian ini menggali pengalaman subjektif dari 12 pengguna AI generatif yang memiliki pengalaman berulang dalam konteks pembelajaran, pekerjaan, penulisan, dan pencarian informasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terstruktur-subjektif dan dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis. Hasil penelitian mengungkapkan empat tema utama: pengalaman berinteraksi dengan AI yang seolah-olah memahami pengguna; ketegangan antara koherensi bahasa dan keberhasilan acuan (reference); ambiguitas antara pengalaman berkomunikasi dan keberadaan niat komunikatif (communicative intention); serta paradoks antara kesadaran pengguna bahwa AI adalah mesin dan kecenderungan untuk memperlakukannya sebagai agen sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa makna dalam interaksi manusia–AI tidak dipahami sekadar sebagai properti internal sistem, melainkan dibentuk melalui hubungan antara luaran linguistik, interpretasi pengguna, tujuan, dan konteks penggunaan. Secara teoritis, penelitian ini memperluas penerapan perspektif meaning as use pada konteks AI dan komunikasi manusia–mesin yang asimetris, sedangkan secara praktis menegaskan pentingnya literasi AI yang mendorong evaluasi kritis terhadap makna, kebenaran, dan batasan komunikasi dengan sistem generatif.

Kata Kunci: Generative Artificial Intelligence, Filsafat Bahasa, Makna, Acuan, Komunikasi, Interaksi Manusia–AI, Meaning as Use

Published
2026-07-02
How to Cite
Ivany Az Zahra, Naurah putri, Alya Sadida, & Rafif Zulfa Khairullah. (2026). When Machines Speak: Rethinking Reference, Meaning, and Communication in the Age of Generative AI. IKRA-ITH ABDIMAS, 10(2). Retrieved from https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/IKRAITH-ABDIMAS/article/view/7635