Who Speaks When AI Speaks? Agency, Meaning, and Responsibility in Human–AI Communication
Keywords:
Artificial Intelligence, Komunikasi Manusia–AI, Makna, Agensi, Tanggung Jawab, Filsafat Bahasa, Penelitian Kualitatif
Abstract
AbstrakPerkembangan generative artificial intelligence (AI) di perguruan tinggi telah mentransformasi cara mahasiswa berinteraksi dengan bahasa, pengetahuan, dan proses akademik, sekaligus memicu pertanyaan fundamental mengenai siapa yang berbicara, bagaimana makna dibentuk, serta kepada siapa agensi dan tanggung jawab harus disatukan ketika AI menghasilkan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman mahasiswa dalam komunikasi manusia–AI, khususnya terkait atribusi makna, niat (intention), agensi, kepengarangan (authorship), dan tanggung jawab terhadap luaran yang dihasilkan AI. Menggunakan pendekatan kualitatif interpretif dengan desain fenomenologis, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman langsung mahasiswa yang memanfaatkan AI generatif dalam aktivitas akademik. Data direncanakan dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan analisis artefak percakapan AI secara sukarela dari 15–20 mahasiswa, lalu dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis. Antisipasi hasil penelitian menunjukkan empat pola utama: AI dipersepsikan sebagai suara non-manusia yang tetap dapat dialami sebagai mitra tutur; kelancaran linguistik AI mampu menciptakan impresi pemahaman meskipun muncul keraguan terkait intensionalitas; agensi dan kepengarangan dinegosiasikan melalui proses kolaboratif manusia–AI; serta tanggung jawab dipahami secara terdistribusi dan terikat konteks. Secara teoritis, penelitian ini mengintegrasikan teori makna Grice, Speech Act Theory, dan perspektif relational agency untuk memperluas studi bahasa dalam konteks AI. Secara praktis, temuan ini menegaskan pentingnya literasi AI kritis di perguruan tinggi agar pemanfaatan AI tetap disertai evaluasi manusia terhadap makna, keandalan, agensi, dan tanggung jawab.
Kata Kunci: Artificial Intelligence, Komunikasi Manusia–AI, Makna, Agensi, Tanggung Jawab, Filsafat Bahasa, Penelitian Kualitatif
Published
2026-07-02
How to Cite
Karjo Gantina Sinuhaji, Joan Graciela Silitonga, Meylan Keysia Abigail Sinaga, Najla Mutia Chalwa, Sola Gracia Marcelina Siregar, & Christian Immanuel Samosir. (2026). Who Speaks When AI Speaks? Agency, Meaning, and Responsibility in Human–AI Communication. IKRA-ITH ABDIMAS, 10(2). Retrieved from https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/IKRAITH-ABDIMAS/article/view/7636
Section
Articles

