PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERAMBAHAN DALAM KAWASAN TAMAN NASIONAL MATALAWA (STUDI KASUS DESA BERA DOLU)
Abstrak
Perubahan tutupan lahan akibat aktivitas perambahan merupakan salah satu ancaman terhadap keberlanjutan kawasan konservasi, termasuk di Blok Hutan Bera Dolu, Taman Nasional Matalawa. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan luas dan laju perubahan tutupan lahan selama periode 2016–2025 serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab perambahan. Analisis perubahan tutupan lahan dilakukan menggunakan citra Sentinel-2A melalui metode klasifikasi terbimbing (supervised classification), sedangkan faktor penyebab perambahan dianalisis secara kualitatif melalui observasi dan wawancara menggunakan teknik snowball sampling. Hasil klasifikasi menunjukkan tingkat ketelitian yang tinggi dengan nilai Overall Accuracy sebesar 93,33% dan Kappa Accuracy sebesar 91,67%, sehingga hasil klasifikasi dinilai layak digunakan dalam analisis. Selama periode 2016–2025 terjadi peningkatan luas hutan padat sebesar 4,14 ha (0,46 ha/tahun), hutan sedang sebesar 9,72 ha (1,08 ha/tahun), dan hutan jarang sebesar 9,54 ha (1,06 ha/tahun). Sebaliknya, semak belukar mengalami penurunan luas terbesar, yaitu 23,69 ha (2,63 ha/tahun), sedangkan luas area perambahan tetap sebesar 5,85 ha, namun menunjukkan pergeseran lokasi secara spasial. Hasil penelitian mengindikasikan adanya kecenderungan peningkatan kawasan berhutan yang diikuti penurunan luas semak belukar. Faktor-faktor yang menyebabkan perambahan meliputi faktor ekonomi, faktor sosial masyarakat, rendahnya tingkat pendidikan dan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian hutan, serta keterbatasan pengelolaan kawasan, terutama minimnya jumlah petugas pengamanan hutan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengelolaan kawasan melalui peningkatan pengawasan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta edukasi konservasi guna menekan aktivitas perambahan dan menjaga keberlanjutan kawasan Taman Nasional Matalawa.
Kata kunci: perubahan tutupan lahan, perambahan hutan, Sentinel-2A, klasifikasi terbimbing, Taman Nasional Matalawa, Blok Hutan Bera Dolu.

