Adopsi Teknologi Jajar Legowo Pada Pertanaman Padi Hitam Di Kelompok Taruna Tani Muarahurip Kota Tasikmalaya

  • Siti Nurhidayah
  • Nasrudin Nasrudin
  • Hilal Hamdah
  • Yustika Rahayu

Abstrak

Padi hitam termasuk ke dalam pangan fungsional yang digunakan sebagai menu diet
untuk mencegah penyakit degeneratif. Padi hitam dibudidayakan oleh beberapa
petani Kota Tasikmalaya khususnya Kelompok Taruna Tani menggunakan
varietas Cempo Ireng. Kelemahan dari varietas ini adalah habitus tanaman sangat
tinggi mengakibatkan potensi terkena rebah lebih tinggi. Untuk itu perlunya ada varietas
padi hitam lain yang dapat menjadi alternatif budidaya. Pengabdian dilaksanakan pada
bulan April - September 2021 di Kelompok Taruna Tani Muarahurip Kota
Tasikmalaya. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui potensi hasil dari kedua
varietas padi hitam yang ditanam menggunakan teknik jajar legowo. Bahan yang
digunakan adalah benih padi hitam varietas Cempo Ireng dan varietas Jeliteng, pupuk
NPK, dan pupuk organik cair. Alat yang digunakan meliputi nampan semai, peralatan
budidaya, knapsack, ajir, caplak, arit, jaring burung, alat tulis dan kamera. Metode yang
digunakan adalah membuat demplot jajar legowo 2:1 dan 4:1 pada masing-masing
varietas dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm sebanyak 2 bibit per lubang dengan
luasan keseluruhan 700 m2. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 100% anggota
mengetahui adanya padi hitam dan 75% telah mengadopsi teknik jajar legowo pada
pertanaman padi sebelumnya. Budidaya padi hitam telah diadopsi 3 tahun yang lalu
menggunakan varietas Cempo Ireng. Teknik jajar legowo telah diadopsi 2 tahun lalu pada
varietas padi biasa dan padi hitam. Teknik jajar legowo tipe 4:1 pada varietas Cempo
Ireng maupun varietas Jeliteng menghasilkan produktivitas Gabah Kering Giling dan
Gabah Kering Panen tertinggi dibandingkan teknik jajar legowo tipe 2:1.

Diterbitkan
2021-10-31