Cahaya dari Sinar Wangi: Menghidupkan Kembali Masjid Sebagai Pusat Ilmu dan Ukhuwah
Abstrak
Program PKM “Cahaya dari Sinar Wangi” merupakan bentuk aksi nyata untuk menjadi solusi bagi
kondisi stagnasi fungsi sosial-keagamaan Masjid Fatimah Syarif di Desa Sinar Wangi, Kecamatan
Tenjolaya, Kabupaten Bogor, yang telah tidak aktif selama lebih dari 12 tahun. Survei awal
menunjukkan bahwa lebih dari 90% masyarakat desa, terutama perempuan dewasa dan anakanak,
mengalami buta huruf Al-Qur’an dan minim pemahaman ibadah dasar. Program ini
dirancang untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan Community-Based
Development (CBD). Kegiatan bertujuan untuk menghidupkan kembali peran masjid sebagai
pusat literasi agama, sosial, dan karakter masyarakat, dengan melibatkan DKM, tokoh masyarakat,
dan para mitra donatur. Melalui analisis SWOT, program ini mengidentifikasi kekuatan berupa
antusiasme warga dan dukungan DKM, serta peluang kolaborasi eksternal. Namun, juga
dihadapkan pada tantangan keberlanjutan pendanaan dan sarana belajar yang terbatas. Oleh karena
itu, strategi keberlanjutan berbasis kaderisasi lokal dan diversifikasi dukungan menjadi fokus
jangka panjang program ini. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat
dan pemulihan fungsi masjid telah berhasil dicapai secara bertahap dan terukur.

