Pengaruh Kejelasan Bahasa terhadap Pemahaman Soal Cerita Matematika pada SMAN Percut Sei Tuan Siswa Kelas X Rosmelia

  • Elsada Sinaga Universitas Negeri Medan
  • Gazla Hilmia Yunanda Rangkuti Universitas Negeri Medan
  • Magrifah Rizki Berutu Universitas Negeri Medan
  • Ika Febriana Universitas Negeri Medan

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap soal cerita matematika yang sering kali disebabkan oleh ketidakjelasan bahasa dalam soal, bukan sematamata karena rendahnya kemampuan berhitung. Bahasa yang ambigu, berbelit, dan kurang komunikatif dapat meningkatkan beban kognitif siswa sehingga menghambat proses memahami informasi dan menyusun model matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kejelasan bahasa terhadap pemahaman soal cerita matematika pada siswa kelas X di SMAN 2 Percut Sei Tuan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain posttest-only control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang
dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kesetaraan kemampuan awal. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman soal cerita matematika dalam dua versi paralel, yaitu bahasa jelas dan bahasa kurang jelas, serta angket persepsi siswa. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji-t independen, dan perhitungan effect size menggunakan Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa pada soal dengan bahasa jelas sebesar 78,40 lebih tinggi dibandingkan soal dengan bahasa kurang jelas sebesar 66,20. Hasil uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan (p =0,001), sedangkan nilai Cohen’s d sebesar 1,42 menunjukkan pengaruh yang besar secara praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa kejelasan bahasa berpengaruh signifikan terhadap pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi guru dalam menyusun soal matematika yang komunikatif, jelas, dan tidak multitafsir agar kemampuan matematis siswa dapat diukur secara lebih akurat.

Kata Kunci: kejelasan bahasa, soal cerita matematika, pemahaman siswa, cognitive load,pembelajaran matematika

Diterbitkan
2026-03-04