No More Pusing Tujuh Keliling, Pelatihan Pembukuan Sederhana Bagi UMKM di Desa Naluk Kecamatan Cimalaka Jawa Barat
Abstrak
Lebih dari 80% pelaku UMKM di Desa Naluk, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang tidak memiliki sistem pencatatan keuangan dan tidak memisahkan keuangan usaha dari keuangan rumah tangga, kondisi yang menghambat akses permodalan formal dan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi efektivitas pelatihan pembukuan sederhana berbasis experiential learning terhadap peningkatan pengetahuan keuangan pelaku UMKM; (2) mengukur perubahan perilaku pengelolaan keuangan usaha melalui survei follow-up; serta (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi di lapangan. Program dilaksanakan menggunakan desain pre-experimental one group pre-post test dengan pendekatan community-based participatory training, melibatkan 32 peserta yang dipilih secara purposive sampling dari 127 UMKM aktif di desa tersebut. Intervensi terdiri dari tiga komponen terintegrasi: pelatihan tatap muka tiga hari, penerapan teknologi pembukuan hybrid (modul cetak dan aplikasi digital ringan), serta pendampingan lapangan intensif selama 30 hari. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 15,5 poin (36,6%), signifikan secara statistik pada Z=−4,21, p<0,001 (Wilcoxon Signed-Rank Test), dengan N-gain sebesar 0,27. Pada follow-up enam bulan, 71,4% peserta masih aktif mengisi buku kas (melampaui target 70%) dan 66,7% berhasil menghitung harga pokok produksi secara mandiri. Capaian formalisasi usaha 13 NIB terurus dan 7 pengajuan KUR masih di bawah target, mengindikasikan perlunya sinergi program dengan layanan birokrasi tingkat desa. Penelitian ini berkontribusi mengisi kesenjangan empiris mengenai efektivitas pelatihan pembukuan kontekstual untuk UMKM pedesaan yang selama ini kurang terwakili dalam literatur pengabdian masyarakat.

