ANALISIS SENYAWA BIOAKTIF DAN UJI KELAYAKAN SIMPLISIA EKSTRAK KULIT BIDARA LAUT (STRYCHNOS LUCIDA) DAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI ANTIMALARIA

  • Carmelia Emerensi Baro Universitas Nusa Cendana
  • Fadlan Pramatana Universitas Nusa Cendana
  • Yusratul Aini Universitas Nusa Cendana
  • Nixon Rammang Universitas Nusa Cendana

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif pada bidara laut
(Strychnos lucida) dan daun kelor (Moringa oleifera) secara kualitatif dan kuantitatif serta
menguji kelayakan simplisia kulit bidara laut (Strychnos lucida) dan daun kelor (Moringa
oleifera). Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan pengujian fitokimia secara
kualitatif menggunakan senyawa kimia untuk melihat keberadaan dari metabolit sekunder pada
tumbuhan obat. Lalu, pengujian secara kuantitatif, dilakukan dengan pengujian fenolik total
dan flavonoid total menggunakan reagen standar Gallic acid dan Catechin.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam pengujian kualitatif, kulit bidara laut
mengandung senyawa flavonoid, alkaloid dan tanin, sedangkan daun kelor mengandung
alkaloid dan tanin. Hal ini dapat dipengaruhi oleh metode maserasi yang digunakan, serta faktor
internal dan eksternal yang dapat memengaruhi kandungan metabolit sekunder pada tumbuhan
obat. Berikutnya, hasil pengujian kuantitatif menunjukkan bahwa kadar fenolik total pada kulit
bidara laut dan daun kelor itu setara sebesar 77.61 mg GAE/g, yang mungkin terjadi
dikarenakan metode ekstraksi dan kondisi analisis yang dilakukan hampir sama. Sedangkan
pada pengujian flavonoid total, nilai kulit bidara laut lebih besar dibandingkan dengan daun
kelor yaitu 77,99 mg CA/g untuk kulit bidara laut dan 68,42 mg CA/g untuk daun kelor.
Kata Kunci: Senyawa Bioaktif, Simplisia, Bidara Laut, Kelor, Malaria

Diterbitkan
2026-07-02