VALUASI EKONOMI KARBON PADA NEKROMASSA DAN SERASAH DI HUTAN LINDUNG BANSAN DESA OENENU SELATAN KECAMATAN BIKOMI TENGAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

  • Gudelia Greisti Jehadu Universitas Nusa Cendana
  • Lusia S. Marimpan Universitas Nusa Cendana
  • Roni H. Sipayung Universitas Nusa Cendana
  • Fadlan Pramatana Universitas Nusa Cendana

Abstrak

sasaran utama karena digunakan sebagai sarana pendaur ulang karbon di atmosfer.
Selain vegetasi hidup, komponen hutan berupa biomassa mati (nekromassa dan
serasah) memiliki potensi yang signifikan dalam menyimpan karbon namun sering
kali kurang diperhatikan dalam kajian karbon hutan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis potensi biomassa, simpanan karbon, serapan CO2 serta valuasi
ekonomi karbon pada nekromassa dan serasah di Hutan Lindung Bansan, Desa
Oenenu Selatan, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara.
Penelitian ini dilakukan pada tutupan lahan seluas 51,07 ha dengan jumlah plot
sebanyak 64 plot ukur serta ukuran plot untuk nekromassa 20 m x 20 m sedangkan
serasah 2 m x 2 m.
Pendugaan biomassa pohon mati menggunakan 2 persamaan allometrik untuk
jenis yang memiliki persamaan serta 1 persamaan allometrik untuk jenis yang tidak
memiliki persamaan. Pendugaan biomassa kayu mati menggunakan rumus yang
ditetapkan dalam (SNI 7724, 2011), sedangkan pendugaan biomassa serasah
menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Elvina et al., (2018). Kadar karbon
dalam biomassa menggunakan nilai 47% dan nilai serapan CO2 dihitung
menggunakan faktor konversi 3,67 serta valuasi ekonomi karbon dihitung
berdasarkan harga karbon domestik pada Bursa Efek Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hutan Lindung Bansan menghasilkan
potensi biomassa 24,48 ton/ha dan karbon sebesar 11,49 ton/ha. Nilai serapan yang
dihasilkan sebesar 42,17 ton/ha. Dengan nilai serapan CO2 tersebut dapat
menghasilkan keuntungan ekonomi sebesar $8.204,97 USD atau setara dengan Rp
126.627.863.

Diterbitkan
2026-07-21