EKSTRAKSI DAN PENENTUAN KADAR SELULOSA DARI EMPULUR BATANG GEWANG (Corypha utan Lamk.) MELALUI METODE ALKALI DAN ACETOSOLV

  • Imanuella Aprilya Eunike Blegur Universitas Nusa Cendana
  • Herianus J.D. Lalel Universitas Nusa Cendana
  • Nixon Rammang Universitas Nusa Cendana
  • Roni Haposan Sipayung Universitas Nusa Cendana

Abstrak

Empulur batang Gewang merupakan biomassa palma non-kayu yang melimpah di
Nusa Tenggara Timur, namun pemanfaatannya sebagai sumber selulosa struktural
belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan (1) menentukan kandungan selulosa
dan lignin residu empulur batang Gewang dengan metode serat deterjen ADF–ADL,
(2) membandingkan efektivitas metode ekstraksi alkali soda– AQ dan acetosolv
terhadap rendemen selulosa yang dihasilkan, (3) menganalisis pengaruh agen
bleaching hidrogen peroksida (H₂O₂) dan natrium hipoklorit (NaOCl) terhadap
rendemen dan kecerahan selulosa, serta (4) mengkarakterisasi panjang serat
selulosa empulur batang Gewang. Analisis ADF–ADL menunjukkan bahwa empulur
batang Gewang memiliki selulosa residu sekitar 10,25% dan lignin residu 1,02%
pada basis berat kering, menandakan fraksi selulosa struktural yang terbatas dan
dominasi karbohidrat non- struktural. Ekstraksi menggunakan metode alkali soda–
AQ menghasilkan rendemen selulosa 12,7%, sedangkan metode acetosolv hanya
3,2% dari berat kering bahan awal. Proses bleaching dengan kombinasi metode
ekstraksi dan agen pemutih memberikan rendemen 54,7% (acetosolv–H₂O₂), 54,0%
(alkali–H₂O₂), 49,6% (acetosolv–NaOCl), dan 38,3% (alkali–NaOCl), dengan nilai
kecerahan L berturut-turut 64,87; 62,31; 71,40; dan 67,97. Analisis One-Way
ANOVA diikuti uji lanjut Bonferroni menunjukkan bahwa perbedaan kecerahan
antar perlakuan bleaching bersifat nyata (p < 0,05). Pengukuran 300 serat
menghasilkan panjang serat rata-rata 0,53 mm dengan kisaran 0,15–1,20 mm,
sehingga serat selulosa empulur batang Gewang tergolong serat pendek. Secara
keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa empulur batang Gewang
memiliki potensi terbatas sebagai sumber selulosa struktural, dengan metode alkali
soda–AQ lebih efektif dibandingkan acetosolv dalam melepaskan selulosa. Ditinjau dari karakter panjang serat dan rendemen, selulosa empulur batang Gewang lebih
berpotensi dimanfaatkan sebagai komponen campuran dalam sistem pulp non-kayu,
bahan pengisi komposit, atau bahan baku awal produk selulosa bernilai tambah skala
terbatas, daripada sebagai sumber utama pulp kertas berkekuatan tinggi.
Kata kunci: selulosa, empulur batang Gewang, alkali soda–AQ, acetosolv,bleaching, panjang serat

Diterbitkan
2026-07-02