KOMPOSISI KIMIA SILASE CAMPURAN SORGUM DAN HIJAUAN SUMBER PROTEIN BERBEDA

  • Desrian Andrison Lede Universitas Nusa Cendana
  • Markus M. Kleden Universitas Nusa Cendana
  • Luh Sri Enawati Universitas Nusa Cendana

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komposisi kimia silase campuran sorgum dengan hijauan sumber protein berbeda. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu R0 100% hijauan sorgum, R1 70% hijauan sorgum + 30% lamtoro, R270% hijauan sorgum + 30% gamal, dan R3 70% hijauan sorgum + 30% kelor. Parameter yang diamati meliputi kandungan bahan kering, bahan organik, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan bahan kering silase,dengan nilai R0, 28,94%, R1, 31,42%, R2, 33,56%, R3,30,70%. namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan bahan organik dengan nilai R0 sebesar 90,88%, R1 sebesar 90,86%, R2 sebesar 91,21%, dan R3 sebesar 91,45%, serta berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan BETN dengan nilai R0, 55,26, R1, 57,16%, R2, 54,90%, R3, 58,41%. Dapat disimpulkan bahwa Penggunaan hijauan sumber protein berbeda dalam silase campuran sorgum menghasilkan kandungan nutrisi yang berbeda dan penggunaan hijauan sumber protein khususnya daun kelor merupakan sumber
hijauan protein terbaik.
Kata kunci: BK, BO, BETN, hijauan sumber protein, silase sorgum.

Diterbitkan
2026-07-02